Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cegah Virus Corona, 300 Orang di Iran Tewas Minum Metanol

Media Iran melaporkan bahwa lebih dari 1.000 warga di sana telah jatuh sakit karena menelan metanol, kendati negara tersebut yang mayoritas penduduknya beragama Islam melarang konsumsi minuman beralkohol.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  14:03 WIB
Ilustrasi Metanol -
Ilustrasi Metanol -

Bisnis.com, JAKARTA - Korban meninggal dunia akibat keracunan alkohol di Iran meningkat menjadi 300 kasus, setelah orang-orang mengonsumsi metanol karena misinformasi bahwa alkohol bisa menyembuhkan virus corona baru atau COVID-19.

Media Iran melaporkan bahwa lebih dari 1.000 warga di sana telah jatuh sakit karena menelan metanol, kendati negara tersebut yang mayoritas penduduknya beragama Islam melarang konsumsi minuman beralkohol.

Hal tersebut terjadi karena adanya serangkaian informasi palsu yang menyebar di media sosial di Iran, di mana warganya menaruh kecurigaan terhadap pemerintah yang dinilai tidak sigap dalam menghadapi kasus corona.

Knut Erik Hovda, ahli toksikologi klinis di Oslo yang mempelajari kasus keracunan metanol mengaku khawatir wabah di Iran bisa lebih buruk daripada yang telah dilaporkan.

“Virus ini menyebar dan orang-orang sekarang, saya pikir mereka bahkan tidak menyadari akan adanya fakta bahwa ada bahaya lain di sekitarnya. Ketika mereka terus minum ini [metanol], akan ada lebih banyak orang yang teracuni,” katanya seperti dikutip Daily Mail, Senin (30/3).

Sebagaimana yang telah diketahui, sampai saat ini masih belum ada obat atau vaksin yang dipastikan untuk penanganan COVID-19. Para ilmuwan dan dokter di seluruh dunia terus mempelajari virus tersebut dan sedang mengembangkan obat yang efektif.

Akan tetapi, dalam sebuah pesan yang beredar di media sosial di Iran, ada informasi keliru yang menyatakan seorang guru sekolah di Inggris telah berhasil menyembuhkan diri dari COVID-19 dengan wiski dan madu.

Pesan tersebut diikuti dengan informasi tentang penggunaan pembersih tangan berbahan dasar alkohol, dan beberapa orang secara keliru meyakini bahwa meminum alkohol dosis tinggi bisa membunuh virus dalam tubuh mereka.

Pandemi COVID-19 yang telah menyerang lebih dari 30.000 orang di Iran telah menimbulkan kepanikan. Ditambah dengan pendidikan literasi media dan internet yang belum memadai membuat orang percaya konsumsi alkohol mengandung metanol bisa menjadi obat.

Secara lebih rinci, kasus virus corona di Iran hingga hari ini telah mencapai angka 38.309 pasien positif COVID-19, dengan kematian sebanyak 2.640 kasus dan pasien sembuh sebanyak 12.391 kasus.

Adapun, bahkan sebelum wabah ini muncul, keracunan metanol di Iran telah memakan banyak korban jiwa. Satu studi akademik menemukan bahwa keracunan metanol membuat 768 orang sakit di negara tersebut dalam rentang September hingga Oktober 2018.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran keracunan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top