Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Prancis Evakuasi 2.000 Warga Negaranya di Indonesia

Pemerintah Prancis menyewa pesawat dari maskapai penerbangan Qatar Airways untuk menjemput sekitar 2.000 warga negaranya yang masih berada di Indonesia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  13:12 WIB
Pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf
Pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Prancis memulangkan warganya yang berstatus wisatawan atau pelancong yang berada di Indonesia dengan menyewa pesawat.

Inisiatif ini dilakukan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, mengingat ribuan wisatawan Prancis tidak bisa pulang ke negaranya karena pembatalan penerbangan akibat kebijakan penutupan perbatasan yang diberlakukan di banyak negara untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Kami perkirakan ada 2.000 turis Prancis yang tertahan di Indonesia. Karena itu, kami mengadakan beberapa penerbangan pulang, bekerja sama dengan Qatar Airways,” kata Atase Pers Kedubes Prancis di Indonesia Dominique Roubert, Senin (30/3/2020).

Proses pemulangan dimulai sejak Jumat (27/3/2020), menggunakan maskapai Qatar Airways yang membawa 400 wisatawan Prancis dari Bandara Ngurah Rai, Bali, menuju Bandara Charles de Gaulle, Paris.

Penerbangan Qatar Airways berikutnya pada Sabtu (28/3/2020), juga membawa lebih dari 400 turis Prancis dari Bali menuju Paris. Kemudian, maskapai yang sama kembali digunakan otoritas Prancis untuk mengangkut warganya dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju Paris pada Minggu (29/3/2020).

“Ada satu penerbangan lagi yang dijadwalkan berangkat Senin malam ini dari Denpasar. Setelah ini, kami akan mengevaluasi situasi sebelum merencanakan penerbangan lanjutan,” kata Dominique. 

Dominique menegaskan bahwa kebijakan pemulangan ini hanya ditujukan bagi wisatawan atau pelancong asal Prancis, bukan untuk warga negara Prancis yang tinggal di Indonesia. Fasilitas ini juga diberikan bagi turis asal negara-negara Uni Eropa.

“Tidak ada imbauan pulang yang ditujukan kepada warga negara Prancis yang tinggal di Indonesia,” ujar Dominique.

Sejak pengumuman Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk memberlakukan penutupan perbatasan Prancis pada 17 Maret lalu, warga Prancis yang berada di luar negeri sebagai wisatawan atau pelancong dianjurkan segera kembali ke negara tersebut.

Agar mereka stop jalan-jalan, yang bisa menjadi faktor penyebaran virus. Dan kembali ke rumah mereka untuk diam di situ sesuai kebijakan lockdown,” tutur Dominique.

Pada saat yang sama, beberapa negara di dunia mengambil tindakan serupa dengan membatasi syarat masuk ke wilayah mereka, sehingga ikut berdampak pada penumpang transit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis wisatawan asing Virus Corona covid-19

Sumber : Antara

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top