Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bosch Kembangkan Tes Virus Corona Cepat, Diagnosis dalam 2,5 Jam

Tes baru ini menggunakan platform diagnostik molekuler Vivalytic yang dibuat oleh divisi perawatan kesehatan Bosch.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 27 Maret 2020  |  07:59 WIB
Bosch -
Bosch -

Bisnis.com, JAKARTA – Robert Bosch GmbH, perusahaan terbaru yang meluncurkan tes virus corona baru atau COVID-19 menyatakan bahwa pihaknya dapat melakukan diagnosis pasien hanya dalam rentang waktu 2,5 jam. Sebuah upaya yang akan sangat membantu memerangi wabah di seluruh dunia.

Tes baru ini menggunakan platform diagnostik molekuler Vivalytic yang dibuat oleh divisi perawatan kesehatan Bosch. Perangkat ini dilaporkan sudah digunakan di rumah sakit, laboratorium, dan praktik medis untuk mengidentifikasi serangkaian penyakit bakteri dan virus termasuk influenza dan penumonia.

“Dengan tes ini, pasien yang terinfeksi dapat diidentifikasi dan diisolasi lebih cepat,” kata CEO Robert Bosch GmbH dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Bloomberg, Jumat (27/3).

Untuk mengembangkan tes ini, Bosch melakukan kerja sama dengan pembuat peralatan medis Irlandia bernama Randox Laboratories Ltd, mitranya di Vivalytic. Perusahaan menyebut bahwa tes ini akan tersedia di Jerman mulai April dan akan dijual di pasar internasional.

Kemampuan mendeteksi COVID-19 dinilai menjadi kunci untuk menghentikan penyebarannya. Di negara-negara seperti Jerman dan Korea Selatan, pengujian dilakukan sejak dini yang berpotensi menjaga tingkat kematian rendah. Sementara, kurangnya pengujian di beberapa negara seperti Italia dan Amerika Serikat telah memicu pertumbuhan ekoplosif dari penyakit baru ini.

Sebagian besar tes virus corona baru di dunia memang membutuhkan waktu beberapa hari, tetapi kini sudah banya perusahaan yang menawarkan tes lebih cepat. Misalnya, Roche Holding AG yang dapat mengeluarkan hasil uji coba lebih dari 4.000 kasus per hari.

Penawaran tes dengan cepat mayoritas menggunakan tes yang disebut diagnosis molekuler. Tes ini telah mengkonfirmasi lebih dari 470.000 kasus secara global. Cara ini merupakan standar emas untuk mendiagnosis infeksi dengan mencari asam nukleat virus dalam sampel seseorang.

Bosch mengatakan tes cepatnya dapat dilakukan di titik perawatan. Hal ini dikembangkan dalam enam minggu dan dapat mendiagnosis 10 patogen pernapasan secara bersamaan dengan tingkat akurasi lebih dari 95 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bosch Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top