Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cerita Jokowi Gagal Total karena Tabrak Larangan Ibunda Sujiatmi Notomiharjo

Sujiatmi membesarkan Jokowi hingga lolos Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  10:08 WIB
Ibunda Presiden Jokowi  Sujiatmi Notomiharjo mencoblos di TPS 23 Manahan, Solo,  dalam Pilgub Jateng Rabu (27/6/2018). JIBI - SOLOPOS?Sunaryo Haryo Bayu
Ibunda Presiden Jokowi Sujiatmi Notomiharjo mencoblos di TPS 23 Manahan, Solo, dalam Pilgub Jateng Rabu (27/6/2018). JIBI - SOLOPOS?Sunaryo Haryo Bayu

Bisnis.com, JAKARTA - Ibunda Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo, meninggal di Solo pada pukul 16.45 WIB, Rabu (25/3/2020).

Saat ini, Presiden sudah tiba di Rumah Sakit Tentara Slamet Riyadi Solo, tempat jenazah Sujiatmi disemayamkan untuk sementara.

Ada salah satu buku yang pernah mengulas tentang kehidupan Ibunda Jokowi yaitu "I'm Sujiatmi, Jokowi's Mother".  Buku yang ditulis oleh Kristin Samah dan Fransisca Ria Susanti itu diluncurkan pada 2015 dalam versi bahasa Inggris. Versi bahasa Indonesia terbit setahun sebelumnya.

Kedua penulis menorehkan kisah hidup Sujiatmi dalam mengajarkan hidup sederhana kepada keluarganya. Mereka menggali kisah yang dinilai inspiratif itu melalui metode wawancara langsung dengan Sujiatmi.

Fransisca, sang penulis buku, mengaku sempat kesulitan menulis kisah Sujiatmi. Sepanjang pengalamannya, penulis yang sudah belasan tahun menjadi wartawan itu mengaku ada dua orang yang dinilai sangat sulit diwawancarai.

"Pertama, seorang mantan pejabat intelijen. Kedua, Bu Sujiatmi," kata Fransisca saat peluncuran buku pada 2015.

Sebab, kata dia, Ibunda Jokowi ini irit bicara. Selain itu, Sujiatmi merasa tak ada yang luar biasa dengan kehidupannya.

"Beliau merasa tidak ada hal menarik yang perlu diceritakan."

Setelah beberapa kali bertemu, barulah mereka bisa menggali kisah Sujiatmi sejak kecil.

Sujiatmi menikah dengan Notomiharjo pada 1959. Jokowi lahir di Rumah Sakit Brayat Minulya, Solo, 21 Juni 1961. Joko artinya lelaki. Widodo artinya selamat. Wirorejo kakeknya mengatakan, "Anakmu bisa jadi orang nanti."

Setelah itu, Sujiatmi melahirkan tiga adik Jokowi. Mereka dibesarkan dengan kondisi keuangan yang pas-pasan. Kedua orang tua ini sering berselisih dalam soal cara mendidik anak, karena Sujiatmi lebih keras menegakkan disiplin. Sedangkan Noto,cenderung lembut.

"Tapi kami tetap sepakat, sekolah anak-anak prioritas utama" kata Sujiatmi seperti dikutip dari laporan khusus Majalah Tempo edisi 30 Juni 2014.

Sujiatmi membesarkan Jokowi hingga lolos Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.

"Cita-citanya waktu itu kalau enggak pengusaha mebel, ya, jadi administrator, alas (hutan)," kata Sujiatmi.

Karena itu, Sujiatmi bingung ketika pada 2005 Jokowi minta izin untuk terjun ke dunia politik, padahal bisnis mebel anak lelakinya itu sedang jaya-jayanya. Jokowi mohon doa restu untuk maju dalam pemilihan Wali Kota Solo. Terkejut, Sujiatmi minta Jokowi menjelaskan motivasinya.

"Kalau mau kaya, jangan jadi wali kota," kata Sujiatmi.

Dia lalu menganjurkan Jokowi menunaikan umrah untuk memastikan pilihannya itu. Sepulang umrah, Jokowi menemui ibunya dan memastikan siap maju. Sujiatmi akhirnya merestui anaknya maju.

Ia mengingatkan Jokowi harus ikhlas mengeluarkan uang untuk mengongkosi pencalonan. Uang yang keluar tak boleh diminta.

"Dengan begitu, jabatan pemimpin akan amanah," kata Sujiatmi.

Jokowi setuju. Keduanya berembuk. Uang tabungan yang rencananya jadi modal membuat pompa bensin akhirnya dipakai untuk ongkos kampanye. Hasilnya, berpasangan dengan F.X. Hadi Rudyatmo, Jokowi menang.

Sejak saat itu, karir politik Jokowi melejit dengan mulus. Dua kali menjadi Wali Kota Solo kemudian menjadi Gubernur DKI Jakarta dan kini menjadi Presiden RI selama dua periode. Dalam perjalanan politiknya, Jokowi mengaku selalu berdiskusi dan meminta restu dengan sang ibunda.

"Karena saya pernah nabrak apa yang dilarangnya. Hasilnya memang tak berkah, malah gagal total," kata Jokowi seperti dikutip dalam laporan khusus Majalah Tempo berjudul "Setelah Restu Ibu".

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi presiden

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top