Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjualan Perhiasaan India Diperkirakan Merosot Akibat Virus Corona

Permintaan di negara terbesar kedua untuk konsumsi emas itu anjlok, terbanting oleh rekor harga domestik yang tinggi dan di saat ekonomi menuju laju pertumbuhan paling lambat dalam 11 tahun terakhir.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  13:51 WIB
Emas perhiasan. - Reuters
Emas perhiasan. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Penjualan perhiasan India diperkirakan akan turun ke level terendah dalam seperempat abad terakhir menyusul keputusan lockdown pemerintahan Perdana Menteri Narenda Modi yang berdampak pada kegiatan industri.

Permintaan di negara terbesar kedua untuk konsumsi emas itu anjlok, terbanting oleh rekor harga domestik yang tinggi dan di saat ekonomi menuju laju pertumbuhan paling lambat dalam 11 tahun terakhir.

Ketua Dewan Domestik Permata dan Perhiasan India, N. Anantha Padmanaban memperkirakan pembelian anjlok 30% pada 2020 dari 690 ton tahun lalu.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg berdasarkan laporan World Gold Council, perkiraan tersebut dapat menjadi angka pembelian tahunan terkecil dari 477 ton pada 1995.

Padmanaban mengatakan 2019 adalah tahun yang sangat buruk setelah, khususnya pada semester kedua, dan tahun ini penjualan di bulan Maret dipastikan turun karena sebagian besar toko di seluruh negeri akan ditutup untuk setidaknya sampai nasihat lebih lanjut dari pemerintah.

Dia menambahkan bahwa 11 tokonya di negara bagian Tamil Nadu, India selatan akan ditutup hingga 26 Maret.

"April akan sama, dengan Mei-Juni juga diperkirakan lemah untuk permintaan," katanya, seperti dikutip melalui Bloomberg, Selasa (24/3/2020).

Kekhawatiran tentang virus ini telah membuat sektor perhiasan setempat dengan berkurangnya jumlah pengunjung di banyak toko perhiasan yang berlokasi di mal dan kompleks perbelanjaan.

Titan Co., toko perhiasan terbesar berdasarkan nilai pasar, telah menutup toko dan unit manufaktur hingga 29 Maret 2020, dan akan meninjau situasi di akhir periode.

Dewan Domestik Permata dan Perhiasan India bersama dengan Gem & Jewellery Export Promotion Council sedang menjajaki cara untuk membantu ribuan pengusaha kecil yang bekerja di industri ini dan bergantung pada upah harian atau mingguan.

"Banyak dari mereka akan kehilangan pekerjaan jika situasi saat ini diperpanjang," kata Padmanaban.

Kelompok perdagangan itu menyampaikan pihaknya sedang mengajukan perpanjangan untuk pembayaran kembali pinjaman dan pengurangan pajak impor untuk emas menjadi 4% dari 12,5% saat ini untuk membantu penjual perhiasan.

“Ini adalah sesuatu yang tidak pernah dialami oleh generasi kita dan tidak ada di antara kita yang tahu kapan ini akan berakhir,” ujar Chirag Sheth, seorang konsultan di Metal Fokus Ltd yang berbasis di London

Permintaan dalam dua kuartal berikutnya akan tetap lemah, dia menambahkan, sementara tidak yakin berapa banyak penjualan di kuartal keempat akan membantu pertumbuhan.

Menurut Prithviraj Kothari, Presiden India Bullion and Jewellers Association Ltd., Zaveri Bazaar di Mumbai, pasar emas batangan terbesar di negara itu, juga akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan dapat memangkas permintaan hingga 40% dalam beberapa pekan mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perhiasan
Editor : Mia Chitra Dinisari
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top