Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Myanmar Konfirmasi Kasus Pertama Positif Corona

Kementerian Kesehatan Myanmar mengkonfirmasi terdapat dua warga negaranya yang positif virus corona seusai bepergian dari luar negeri (covid-19).
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  11:35 WIB
Tim Medis Rumah Sakit Pertamina Jaya memeriksa suhu tubuh seorang pegawai di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (4/3/2020). Pemeriksaan kondisi suhu tubuh bagi pegawai maupun tamu tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19. ANTARA FOTO - Aprillio Akbar
Tim Medis Rumah Sakit Pertamina Jaya memeriksa suhu tubuh seorang pegawai di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (4/3/2020). Pemeriksaan kondisi suhu tubuh bagi pegawai maupun tamu tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19. ANTARA FOTO - Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Myanmar mengkonfirmasi kasus pertama virus corona pada Senin malam (23/3/2020) setelah meningkatnya skeptisisme atas klaim sejumlah pihak bahwa negara itu terbebas dari covid-19.

Kementerian Kesehatan Myanmar mengkonfirmasi dua kasus. Kasus pertama, seorang pria Myanmar berusia 36 tahun yang melakukan perjalanan kembali dari Amerika Serikat dan kedua, seorang pria Myanmar berusia 26 tahun yang kembali dari Inggris keduanya dinyatakan positif.

"Kami akan menyelidiki semua orang yang berhubungan dekat dengan kedua orang ini," demikian pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Myanmar, seperti dilansir dari channelnewsasia.com, Selasa (24/3/2020).

Alhasil, pengumuman tersebut langsung menyebabkan panic buying di salah satu supermarket 24 jam di Yangon. Padahal sebelumnya kondisi di wilayah tersebut masih normal.

Dilansir melalui bangkokpost.com, Pemerintah Myanmar sebelumnya mengklaim gaya hidup dan pola makan di negara itu, termasuk kurangnya kontak fisik dan penggunaan uang tunai, membuat Myanmar kebal dari virus corona.

Phil Robertson dari Human Rights Watch pekan lalu menyebut sikap Pemerintah Myanmar tidak bertanggung jawab, pernyataan tersebut hanya menimbulkan interpretasi yang salah bagi warganya.

Pemerintah pada akhirnya mengambil kebijakan untuk menutup ruang publik dalam beberapa hari terakhir, dari sekolah hingga tempat hiburan, seperti bioskop dan bar.

Sementara, pada Senin kemarin, ribuan pekerja migran Myanmar kembali dari perbatasan Thailand sebelum rencana penutupan perbatasan diberlakukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

myanmar Virus Corona
Editor : Annisa Sulistyo Rini
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top