Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Wabah Corona, Majalah Playboy Setop Edisi Cetak

Salah satu majalan paling fenomenal di dunia, Playboy, mengumumkan penghentian edisi cetak untuk sisa tahun 2020.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  16:39 WIB
Karangan bunga dan lilin ditaruh di atas lambang bintang bertuliskan nama pendiri Playboy Hugh Hefner
Karangan bunga dan lilin ditaruh di atas lambang bintang bertuliskan nama pendiri Playboy Hugh Hefner "Sang Nabi Hedonisme Pop" di Hollywood Walk of Fame, Los Angeles, California, setelah Hefner meninggal pada Rabu 27 September 2017 dalam usia 91 tahun. - Reuters/Kyle Grillot

Bisnis.com, JAKARTA – Salah satu majalan paling fenomenal di dunia, Playboy,  mengumumkan penghentian edisi cetak untuk sisa tahun 2020.

Hal tersebut diumumkan oleh CEO Playboy Enterprises, Ben Kohn, melalui surat terbuka di situs Medium.com.

Keputusan untuk menghentikan edisi cetak yang sebelumnya terbit setiap tiga bulan sekali sejak 2019 ini sebelumnya dibahas secara internal sejak beberapa waktu belakangan. selama beberapa waktu.

Namun rencana tersebut dipercepat menyusul krisis dari virus corona (Covid-19).

“Ketika gangguan dari pandemi virus corona terhadap produksi konten dan rantai pasokan semakin terlihat, kami terpaksa mempercepat rencana yang kami sepakatai secara internal. Kami akan mengalihkan seluruh konten kami ke edisi digital termasuk Playboy Interview, 20Q, Playboy Advisor dan tentu saja Playmate," lanjutnya.

Ia menambahkan, masih ada kemungkinan bahwa edisi cetak kembali berlanjut pada tahun 2021, namun dengan bentuk baru, seperti edisi khusus atau konten kerja sama.

“Media cetak adalah awal dari kami dan akan selalu menjadi bagian dari jati diri kami,” ungkap Kohn.

Majalah Playboy didirikan oleh mendiang Hugh Hefner pada tahun 1953 dan telah menjadi merek global dengan sejumlah ekspansi meliputi acara TV, merek dagang, resor, klub, label rekaman, dan acara.

Playboy telah menerbitkan karya dari banyak penulis terkenal, termasuk Joyce Carol Oates, James Baldwin, Margaret Atwood, dan Saul Bellow. Playboy mulai menjadi pusat perhatian dan kontrovesi sejak awal menampilkan foto telanjang.

Pada 2016, majalah tersebut mencoba tidak lagi menerbitkan konten wanita telanjang. Namun pada 2017, Playboy menarik kembali keputusan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis media majalah playboy
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top