Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Italia Klaim 99 Persen Pasien Virus Corona yang Meninggal Punya Penyakit Lain

Gubernur Lombardy, wilayah yang paling parah infeksi Covid-19, Attilio Fontana memperingatkan warga tinggal di rumah untuk mencegah penularan virus corona.
Devi Sri Mulyani
Devi Sri Mulyani - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  13:59 WIB
Warga menyerahkan dokumen sertifikasi dan identifikasi kepada seorang anggota militer di Stasiun Pusat di Milan, Italia, Kamis (12/3/2020). Italia menghentikan kehidupan normal dan hanya memberikan akses terhadap layanan-layanan penting untuk membendung penyebaran virus corona yang mematikan. Bloomberg - Alberto Bernasconi
Warga menyerahkan dokumen sertifikasi dan identifikasi kepada seorang anggota militer di Stasiun Pusat di Milan, Italia, Kamis (12/3/2020). Italia menghentikan kehidupan normal dan hanya memberikan akses terhadap layanan-layanan penting untuk membendung penyebaran virus corona yang mematikan. Bloomberg - Alberto Bernasconi

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Kesehatan Nasional Italia mengatakan lebih dari 99 persen kasus kematian virus corona Covid-19 adalah orang – orang yang menderita kondisi medis sebelumnya, atau memiliki penyakit penyerta.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (19/3/2020), menurut Yayasan Kesehatan GIMBE, sekitar 100.000 orang Italia telah tertular virus Covid-19.

Gubernur  Lombardy, wilayah yang paling parah infeksi Covid-19, Attilio Fontana memperingatkan warga tinggal di rumah untuk mencegah penularan virus corona.

Dia meminta pemerintah pusat untuk melakukan tindakan yang lebih keras demi menghentikan persebaran virus Covid-19.

Sementara itu, pihak berwenang Italia mengatakan banyak orang yang melanggar pembatasan wilayah secara nasional atau lockdown.

Warga meninggalkan rumah untuk pergi ke tempat kerja, belanja keperluan seperti makanan, ataupun berjalan – jalan singkat dan olahraga.

Pihak berwenang telah menghentikan ratusan ribu warga untuk diperiksa, dan puluhan ribu orang telah dipanggil karena keluar tanpa alasan yang jelas.

 “Setiap kali Anda beranjak keluar rumah, itu artinya sama saja dengan menempatkan diri anda dan orang lain dalam risiko terinfeksi Covid-19,” ujar Attilio Fontana.

Untuk menghentikan persebaran Covid-19, Pemerintah Italia menutup sekolah hingga tanggal 3 April 2020.  Selain itu, mengeluarkan memerintahkan semua orang agar menjaga jarak satu meter di depan umum.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Italia Virus Corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top