Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hungaria Lakukan Lockdown, Orang Asing Dituding Sebarkan Corona

Jumlah negara yang melakukan isolasi terkait penyebaran virus Corona terus bertambah. Hungaria melakukan lockdown dan menyebut orang asing sebagai penyebab masuknya virus Corona ke negeri itu.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  01:17 WIB
Ilustrasi-Peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) melakukan proses pemisahan cairan (ekstraksi) struktur pernafasan (respirasi) kelelawar asal Kepulauan Riau di Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/2/2020). Penelitian respirasi kelelawar tersebut untuk memastikan apakah di dalamnya terdapat virus corona 2019-n CoV dan kemungkinan untuk dibuatkan vaksin pada tahapan proses penelitian berikutnya. - ANTARA/Moch Asim
Ilustrasi-Peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) melakukan proses pemisahan cairan (ekstraksi) struktur pernafasan (respirasi) kelelawar asal Kepulauan Riau di Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/2/2020). Penelitian respirasi kelelawar tersebut untuk memastikan apakah di dalamnya terdapat virus corona 2019-n CoV dan kemungkinan untuk dibuatkan vaksin pada tahapan proses penelitian berikutnya. - ANTARA/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah negara yang melakukan isolasi terkait penyebaran virus Corona terus bertambah. Hungaria melakukan lockdown dan menyebut orang asing sebagai penyebab masuknya virus Corona ke negeri itu.

Berdasar informasi terkini dari euractiv.com, Minggu (16/3/2020) malam disebutkan bahwa Hungaria telah menutup perbatasannya untuk mengurangi wabah koronavirus, Penutupan tersebut diumumkan Perdana Menteri Viktor Orban, Senin (16/3/2020).

"Kami akan menutup perbatasan Hungaria bagi wisatawan," kata Orbán saat berpidato di pleno parlemen, Senin, Ia menambahkan hanya warga Hungaria yang dapat masuk ke negara itu.

Orban memperkirakan negara itu akan mengalami perpindahan kondisi dari tahap kasus individu pandemi ke penyakit kelompok.

Klub malam, bioskop akan ditutup, dan restoran serta kafe hanya akan buka sampai jam 3 sore, tambahnya.

Orban meminta penduduk untuk menunda pertemuan apa pun kecuali acara keluarga, Semua acara publik akan dilarang mulai Senin tengah malam.

Hingga Senin terdapat ada 39 kasus COVID-19 di Hungaria. Data per Minggu (15/3/2020), negara itu mencatat kasus kematian pertama terkait COVID-19, Seorang pria berusia 75 tahun dengan kondisi kesehatan buruk meninggal pada Minggu (15/3/2020).

Pada percakapan jarak jauh antara para pemimpin Uni Eropa yang diselenggarakan oleh Presiden Dewan Charles Michel,  Selasa (10/3/2020), Orbán mengatakan ada "hubungan yang jelas" antara migrasi ilegal dan epidemi virus Corona.

Menurut Orbán, banyak migran datang dari atau melalui Iran, yang merupakan salah satu titik fokus dari infeksi. Itu sebabnya Hungaria telah memperkuat perlindungan perbatasannya dan untuk sementara waktu menutup zona transit.

Warga negara Iran yang terinfeksi virus di Hungaria adalah siswa yang memasuki negara itu secara legal. Para pelajar itu melanjutkan studi ke Hungaria dengan beasiswa dari pemerintah.

Pihak berwenang mengumumkan pengusiran dua mahasiswa Iran pada Jumat (13 Maret) dan 13 warga Iran lainnya pada Senin 16 (Maret) yang sebelumnya telah dikarantina. Mereka dilarang masuk kembali selama 3 tahun ke Hungaria dan Uni Eropa.

Selama wawancara mingguannya dengan Kossuth Rádió pada hari Jumat (13 Maret), Orbán mengatakan bahwa "bukan kebetulan bahwa virus tersebut pertama kali muncul di antara orang Iran," ujar eurativ.com mengutip  AFP.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hungaria Virus Corona

Sumber : eurativ.com

Editor : Saeno
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top