Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Universitas Pilih Kuliah Jarak Jauh

Berbagai pihak mengambil langkah strategis setelah World Health Organization (WHO) mengubah status kejadian infeksi Covid-19 dari Public Health Emergency o f International Concern menjadi Pandemi.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 14 Maret 2020  |  12:46 WIB
Ilustrasi kuliah online - Istimewa
Ilustrasi kuliah online - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Guna mengantisipasi penyebaran wabah pandemik virus corona, beberapa universitas di Tanah Air memilih meniadakan sesi kuliah tatap muka.

Misalnya saja Universitas Tarumanegara (Untar) memutuskan untuk meniadakan sementara waktu sesi kuliah tatap muka untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan kampus.

Berdasarkan kutipan surat edaran Untar Nomor 744-R/2314/UNTAR/III/2020 tentang Pelaksanaan Pembelajaran dan Mencegah Risiko Dampak Pandemi Covid-19 yang ditandatangani oleh Rektor Untar Agustinus Purna Irawan pada Sabtu (14/3/2020) terhitung mulai 23 Maret 2020 sampai ada pemberitahuan berikutnya kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring.

Kegiatan pembelajaran secara tatap muka masih akan berlangsung sampai dengan 21 Maret 2020. Kemudian untuk ujian tengah semester (UTS) yang rencananya dilakukan pada 23 Maret 2020 akan diganti dengan pemberian tugas atau take home exam.

Surat edaran tersebut juga menyatakan bahwa kewajiban kehadiran minimal 75 persen yang harus dipenuhi oleh mahasiswa tidak berlaku pada semester genap 2019/2020. Selain itu, disebutkan pula berbagai kegiatan kemahasiswaan di lingkungan kampus Untar ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Hal senada juga telah dilakukan oleh Universitas Indonesia. Universitas Indonesia (UI) akan menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor SE-703/UN2.R/OTL.09/2020 tentang Kewaspadaan dan Pencegahan Penyebaran Infeksi Covid-19 di Lingkungan Universitas Indonesia, yang ditandatangani Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro, Jumat (13/3/2020).

Adapun sistem kegiatan belajar-mengajar (KBM) model PJJ akan mulai diterapkan sejak Rabu (18/3). Dalam pernyataan yang diunggah di akun twitter @univ_indonesia, Ari mengatakan situasi mengantisipasi penyebaran virus corona memang tidak mudah, tetapi dengan kebersamaan pihaknya optimsitis dapat melaluinya.

"Pimpinan UI menghargai dedikasi, curahan pikiran, kerja sama dan kerja keras berbagai pihak yang dengan sungguh-sungguh memperjuangkan berlangsungnya kegiatan Tri Dharma di UI sambil menjaga keselamatan dan kesehatan dosen, mashasiswa dan tenaga kependidikan UI," katanya.

Beranjak ke Solo, berkenaan dengan pernyataan resmi World Health Organization (WHO) yang mengubah status kejadian infeksi Covid-19 dari Public Health Emergency o f International Concern menjadi Pandemi, serta Penetapan Kota Surakarta berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) Corona pada 13 Maret 2020, Universitas Sebelas Maret (UNS) juga melakukan tindakan antisipasi.

Rektor UNS Jamal Wiwoho mengatakan Kegiatan Belajar Mengajar tetap berjalan dengan mengubah bentuk kuliah tatap rnuka menjadi pembelajaran daring (sistem pembelajaran secara on-line) terhidung Senin, 16 Maret s.d. Sabtu, 28 Maret 2020.

"Pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang melibatkan pengumpulan data dan aktivitas bersama masyarakat, dapat dilakukan penjadwalan ulang dan disesuaikan dengan perkembangan keadaan," katanya dalam SURAT EDARAN Nomor: 1480 /UN27/HK /2020.

Sementara itu, Universitas Atma Jaya Yogyakarta sudah menangguhkan perjalanan ke negara-negara atau daerah yang tercatat terdampak virus corona. Rektor UAJY Yoyong Arfiadi mengatakan segenap civitas akademika tidak panik serta selalu berpeganganp pada Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Coronavirus Disease yang diterbitkan Kemenkes.

"Jika baru saja melakukan perjalanan dari negara-negara dengan insiden Covid-19 yang tinggi agar tetap tinggal di rumah selama kurang lebih 14 hari dan melapor ke rumah sakit terdekat untuk diberikan kartu kewaspadaan," katanya dalam Surat Edaran Rektor No.65/In/R tentang Upaya Kewaspadaan Dini Terkait Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona universitas indonesia tarumanegara kampus
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top