Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonomi Makau Tertekan Akibat Virus Corona

Ekonomi Makau menyusut 4,7 persen pada tahun lalu, pertumbuhan produk domestik negatif pertama kalinya sejak tiga tahun terakhir.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 29 Februari 2020  |  22:35 WIB
Dampak terjangan topan Hato di Makau. - Reuters/Tyrone Siu
Dampak terjangan topan Hato di Makau. - Reuters/Tyrone Siu

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonomi Makau menyusut 4,7 persen pada tahun lalu, dimana pertumbuhan produk domestik negatif pertama kalinya sejak tiga tahun terakhir.

Pada 2018 dan 2017, ekonomi kota dengan otonomi khusus di China ini tumbuh 4,7 persen dan 9,1 persen masing-masing. Sebelumnya, ekonomi kota ini mencatatkan pertumbuhan ekonomi negatif selama tiga tahun berturut-turut.

Dilansir Bloomberg, Sabtu (29/2/2020), produk domestik bruto Makau juga terkontraksi 8,1 persen pada kuartal akhir tahun lalu. Ekonomi kota ini telah jatuh jauh sebelum wabah virus corona menyerang China.

Makau menutup akses perbatasan dengan China dan memerintahkan operator kasino menutup bisnis pada 15 hari pada awal Februari tahun ini. Langkah ini ditempuh untuk mencegah penyebaran virus corona. Hingga saat ini, Makau sudah membuka sejumlah kasino tetapi terbatas pada pelancong individual dan tur grup dari China daratan.

Wakil CEO Galaxy Entertainment Group Francis Lui sempat mengungkapkan dampak dari wabah virus corona tidaklah kecil. Bahkan, dia memperkirakan kontruksi proyek pembangunan kasino baru yang tengah dilakukannya bakal melambat akibat virus ini.

Pendapatan industri game di Makau yang akan diumumkan pada Minggu (29/2/2020), diperkirakan bakal mencatatkan penurunan akibat disrupsi bisnis pada Februari tahun ini.    

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Makau

Sumber : Bloomberg

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top