Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Stimulus Corona, Malaysia Gelontorkan US$4,8 Miliar

Pemerintah Malaysia akhirnya mengumumkan stimulus ekonomi sebesar 20 miliar ringgit atau US$4,8 miliar untuk menyokong bisnis yang terdampak virus Corona, terutama industri pariwisata.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  17:29 WIB
Mahathir Mohamad. - Bloomberg/Samsul Said
Mahathir Mohamad. - Bloomberg/Samsul Said

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Malaysia akhirnya mengumumkan stimulus ekonomi sebesar 20 miliar ringgit atau US$4,8 miliar untuk menyokong bisnis yang terdampak virus Corona, terutama industri pariwisata.

Seperti dilansir Bloomberg, Perdana Menteri Sementara Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan produk domestik bruto saat ini diperkirakan akan tumbuh 3,2 persen hingga 4,2 persen tahun ini, turun dari perkiraan sebelumnya 4,8 persen.

Dampak dari virus ini mendatangkan malapetaka pada mobilitas dan rantai pasokan di seluruh Asia. Mahathir mengatakan pemerintah memperluas target defisit fiskal menjadi 3,4 persen dari PDB tahun ini dari sebelumnya 3,2 persen, yang telah dinaikkan dari target awal 3 persen.

Stimulus Malaysia ini mengikuti langkah-langkah fiskal yang diambil dalam beberapa minggu terakhir oleh Indonesia, Singapura dan Hong Kong untuk melawan dampak ekonomi dari virus tersebut. Indonesia akan memberikan insentif dan keringanan pajak untuk bisnis dalam paket senilai Rp10,3 triliun.


"Meskipun efek Covid-19 saat ini terkendali, penyakit ini telah menyebabkan dampak besar pada ekonomi global, termasuk Malaysia. Oleh karena itu, pemerintah memperkenalkan paket stimulus ekonomi 2020 untuk memastikan risiko terkait wabah dapat ditangani secara efektif," kata Mahathir seperti dilansir The Star, Kamis (27/2/2020).

Winson Phoon, kepala penelitian pendapatan tetap di Maybank Kim Eng Securities Ltd. di Singapura berpendapat menurunkan target pertumbuhan adalah langkah yang masuk akal mengingat adanya risiko penurunan secara regional dan global.

"Pelebaran defisit fiskal dari 3,2 persen menjadi 3,4 persen dapat ditoleransi. Ini berarti peningkatan 3 miliar ringgit dalam kebutuhan pendanaan pemerintah. Dengan asumsi itu akan sepenuhnya didanai dengan mengumpulkan dana dari obligasi ringgit," katanya.

Paket yang diumumkan Mahathir hari ini termasuk dana dan langkah-langkah untuk memudahkan arus kas bagi industri yang terkena dampak, perpanjangan 6 bulan pembayaran pajak untuk bisnis pariwisata, pekerja medis dan pekerja imigrasi, pengurangan kontribusi dana pensiun minimum, dan dana untuk peningkatan dan perbaikan infrastruktur.

Sementara itu, bank sentral telah memotong suku bunga acuannya sekali pada tahun ini sebesar 25 basis poin, dan telah mengisyaratkan ruang untuk pelonggaran kebijakan lebih lanjut. Bank sentral dijadwalkan untuk membuat keputusan suku bunga berikutnya pada 3 Maret.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia Virus Corona Mahathir Mohamad
Editor : Saeno
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top