Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tragedi Sungai Sempor, Viral ‘Malaikat’ Kodir Selamatkan Puluhan Siswa SMPN 1 Turi Sleman

Di tengah bencana yang menimpa SMPN 1 Turi Sleman itu, ada sosok pemancing yang menjadi viral. Di adalah Sudarwanto, warga Dusun Kembangarum, Desa Donokerto, Kecamatan Turi.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 24 Februari 2020  |  07:30 WIB
Sudarwanto alias Kodir warga Dusun Kembangarum, Desa Donokerto, Kecamatan Turi yang menyelamatkan puluhan siswa SMPN 1 Turi Sleman saat menyusuri Sungai Sempor. - Twitter@harianjogja.com
Sudarwanto alias Kodir warga Dusun Kembangarum, Desa Donokerto, Kecamatan Turi yang menyelamatkan puluhan siswa SMPN 1 Turi Sleman saat menyusuri Sungai Sempor. - Twitter@harianjogja.com

Bisnis.com, JAKARTA – Seluruh korban susur sungai yang dilakukan oleh SMPN 1 Turi, Sleman telah ditemukan. Dengan demikian, proses pencarian pun resmi dihentikan.

Dikutip dari Harianjogja.com, Minggu (23/2/2020),  Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta (Pusdalops BPBD DIY) menyatakan bahwa 10 korban siswa SMPN Turi 1 Sleman saat kegiatan susur Sungai Sempor sudah ditemukan.

Di tengah bencana yang menimpa SMPN 1 Turi Sleman itu, ada sosok pemancing yang menjadi viral. Di adalah  Sudarwanto, warga Dusun Kembangarum, Desa Donokerto, Kecamatan Turi.

Dikutip dari Harianjogja.com, petani 37 tahun yang dipanggil Kodir oleh tetangganya ini bersiap memancing. Hampir setiap hari, dia memancing di Kali Sempor yang melintasi Dukuh, dusun di timur Kembangarum.

“Sudah menjadi kebiasaan, apalagi sehabis turun hujan deras di sini [Turi] atau di atas sana [Merapi], ikan-ikan akan banyak,” kata dia, Minggu (23/2/2020).

Kodir sudah turun ke kali sore itu. Namun, belum sempat ditaruhnya alat pancing, dia mendengar terdengar suara minta tolong. Puluhan murid SMPN 1 Turi yang mengikuti susur sungai di Kali Sempor terjebak arus yang deras.

“Saya langsung lari ke bawah, ternyata ada sekumpulan anak-anak dengan seragam Pramuka yang minta tolong, ada juga yang menangis, saya langsung terjun ke sungai,” kata Kodir.

Dia menjadi satu-satunya orang yang menyelamatkan puluhan siswa yang terjebaj arus deras tersebut.

“Saya mengambil tangga agar mereka bisa naik ke sisi sungai. Tangga juga saya pakai untuk menyeberangi Kali Sempor. Saat itu siswa yang hanyut kebanyakan wanita.”

Pada saat kejadian, kedalaman Kali Sempor yang biasanya hanya setengah meter menjadi sekitar dua meter.

“Anak-anak banyak yang nangis, saya sih maunya nolong semuanya, tapi apa boleh buat, saya hanya berusaha semaksimal mungkin, saya saja hampir tenggelam,” kata dia.

Kodir tak menghitung berapa jumlah siswa yang ia selamatkan di Kali Sempor. Yang dia ingat adalah suara tangisan dan wajah ketakutan.

“Saya sedih kalau mengingat kejadian itu.”

Sosok Kodir pun menjai viral di media sosil. Warganet menganggap Koris sebagai ‘malaikat’ penyelamat dan pantas mendapat penghargaan.

Di antara warganet banyak yang mengucapkan terima kasih atas pertolongan Kodir dan mendoakan pria ini berumur panjang.

Berikut ragam komentar warganet terhadap Kodir:

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sungai sleman
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top