Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemanasan Iklim Global Jadi Ancaman Serius Terumbu Karang

Meningkatnya suhu permukaan laut dan air diyakini dapat menghilangkan hampir semua habitat terumbu karang yang pada pada tahun 2100 mendatang.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 19 Februari 2020  |  09:05 WIB
Ilustrasi - Jibiphoto
Ilustrasi - Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA – Meningkatnya suhu permukaan laut dan air diyakini dapat menghilangkan hampir semua habitat terumbu karang yang pada pada tahun 2100 mendatang.

Sebuah penelitian anyar yang dipresentasikan pada ajang Ocean Sciences Meeting 2020 di San Diego, California memproyeksikan sekitar 70 persen hingga 90 persen terumbu karang akan menghilang selama 20 tahun ke depan akibat perubahan iklim dan polusi.

“Pada tahun 2100, persoalan ini terlihat sangat suram,” kata Renee Setter, seorang peneliti dari University of Hawaii Monoa seperti dikutip Science Daily, Rabu (19/2).

Hasil laporan tersebut menyoroti beberapa dampak buruk yang akan ditimbulkan akibat pemanasan iklim global terhadap kehidup laut. Meskipun polusi menimbulkan banyak ancaman bagi mahluk laut, penelitian menunjukkan karang paling rentan terhadap perubahan emisi lingkungan mereka.

“Berusaha membersihkan pantai dan memerangi polusi itu sangat bagus. Kita perlu melanjutkan langkah itu. Tetapi pada akhirnya, memerangi perubahan iklim adalah hal yang perlu didorong untuk melindungi karang dan menghindari kerugian yang berlipat,” imbuh Setter.

Terumbu karang di seluruh dunia memang tengah menghadapi masa depan yang tidak menentu karena suhu laut terus naik. Perairan yang hangat memberikan tekanan pada karang, menyebabkan mereka melepaskan alga simbiotik yang hidup di dalamnya.

Hal tersebut mengubah komunitas karang yang berwarna cerah dan semakin cerah, sebuah proses yang disebut pemutihan. Karang yang memutih memang tidak mati, tetapi memiliki risiko kematian yang lebih tinggi.

Dalam studi barunya, Setter dan rekan-rekan peneliti memetakan wilayah laut mana yang cocok untuk upaya restorasi karang selama beberapa dekade mendatang. Para peneliti mensimulasikan kondisi lingkungan laut seperti suhu, energi gelombang, keasaan air, polusi dan penangkapan ikan.

Mereka menemukan bahwa sebagian besar lautan di mana terumbu karang yang ada saat ini, tidak cocok digunakan sebagai habitat restorasi pada 2045, dan situasinya makin buruk ketika simulasi diperpanjang hingga 2100.

Setter menyebut beberapa situs yang layak dijadikan tempat restorasi terumbu karang pada tahun-tahun mendatang hanya mencakup sebagian kecil California dan Laut Merah, yang itu pun bukan lokasi ideal untuk terumbu karang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

terumbu karang
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top