Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Virus Corona Pukul Bisnis Cathay

Cathay mulai menawarkan cuti sukarela tanpa bayaran kepada pilot bulan lalu. Perusahaan juga menawarkan opsi serupa untuk awak kabin baik untuk Cathay dan unit bisnisnya, Cathay Dragon.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  17:49 WIB
Ilustrasi - Pesawat Cathay Dragon - Bisnis/philippineflightnetrwork.com
Ilustrasi - Pesawat Cathay Dragon - Bisnis/philippineflightnetrwork.com

Bisnis.com JAKARTA -- Cathay Pacific Airways Ltd. meminta karyawannya mengambil cuti tanpa bayaran selama tiga pekan, mengikuti pengurangan kapasitas yang dilakukan maskapai akibat wabah virus corona. 

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (5/2), maskapai asal Hongkong ini meminta semua karyawan untuk berpartisipasi dalam program cuti yang berlangsung mulai 1 Maret -- 30 Juni. Cathay tercatat memiliki sekitar 26.700 pekerja di Hong Kong.

"Memelihara kas adalah kunci untuk melindungi bisnis kami. Kami telah mengambil berbagai langkah untuk mencapai hal ini,” kata Chief Executive Officer Augustus Tang. 

Wabah ini telah memperparah bisnis Cathay setelah aksi demonstrasi nasional di Hongkong sejak tahun lalu. Maskapai ini memangkas 90% dari penerbangannya ke China selama dua bulan ke depan.

Cathay sudah mulai menawarkan cuti sukarela tanpa bayaran kepada pilot bulan lalu. Perusahaan juga menawarkan opsi serupa untuk awak kabin baik untuk Cathay dan unit bisnisnya, Cathay Dragon.

Pengurangan jadwal China memotong sekitar 30% dari total jaringan Cathay, kata Tang dalam surat kepada staf Selasa. Tang mengatakan wabah virus corona telah berdampak besar bagi turunnya minat pelanggan.

Sejauh ini, bisnis Cathay dikontribusi dari penerbangan yang berbasis di Hongkong dan China daratan. Pada pekan lalu, perusahaan telah mengumumkan bahwa akan memangkas kapasitasnya hingga 50% pada rute daratan. 

Cathay Dragon juga berencana menangguhkan penerbangan ke Guangzhou dan Chongqing pada Rabu hingga 28 Maret. Maskapai itu juga menghentikan layanan ke Hangzhou, Ningbo, Wenzhou, Sanya dan Haikou dari 2 Februari 2020 -- 28 Maret 2020.

Andrew Lee, analis Jefferies memperkirakan penumpang Cathay akan turun 7,5% tahun ini. Agak jauh dibandingkan estimasi perusahaan yang hanya turun 1,4%. Perusahaan bisa jadi akan merugi pada paruh kedua tahun 2019 dan paruh pertama tahun 2020, sebelum rebound meraih laba kembali pada semester II/2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top