Tersapu Corona, China Utak-Atik Target Ekonomi

Wabah virus corona yang telah menelan ratusan korban jiwa dan menginfeksi ribuan lainnya memaksa Pemerintah China menyiapkan langkah antisipatif terkait laju pertumbuhan ekonomi yang diprediksi akan melambat.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  11:40 WIB
Tersapu Corona, China Utak-Atik Target Ekonomi
Ekonomi China. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Wabah virus corona yang telah menelan ratusan korban jiwa dan menginfeksi ribuan lainnya memaksa Pemerintah China menyiapkan langkah antisipatif terkait laju pertumbuhan ekonomi yang diprediksi akan melambat.

Dilansir Bloomber, Selasa (4/2/2020), para pejabat tengah mempertimbangkan untuk mengoreksi target pertumbuhan ekonomi tahun ini. Target pertumbuhan tahunan biasanya diluncurkan pada Maret oleh legislatif China setelah disetujui para pemimpin di Central Economic Work Conference pada Desember.

Pertemuan legislatif tahun ini, yang dijadwalkan akan dimulai pada 5 Maret 2020, berpotensi ditunda karena wabah mengganggu hampir seluruh aktivitas di China.

Ekonom memprediksi China mengejar pertumbuhan ekonomi sekitar 6 persen tahun ini setelah menargetkan kisaran 6 persen hingga 6,5 persen pada 2019. Sementara itu, akibat terpaan wabah, Bloomberg Economics memperkirakan pertumbuhan itu bisa turun menjadi 4,5 persen pada kuartal pertama ini.

Pada pertemuan yang digelar Senin 3 Februari 2020, Presiden Cina Xi Jinping meminta semua pejabat untuk segera bekerja sama untuk menahan dampak wabah. Dia mengatakan, hasil pertemuan itu diharapkan langsung berdampak pada stabilitas sosial Negeri Tirai Bambu.

Selain itu, pejabat juga didesak untuk mencapai target pembangunan ekonomi dan sosial tahun ini dan mempromosikan pengeluaran konsumen yang stabil.

Diketahui, kemarin adalah kali kedua para pemimpin senior China menggelar pertemuan dalam beberapa hari untuk merespons wabah virus yang meluas, sesuatu yang tergolong langka dalam beberapa dekade terakhir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi china, virus corona

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top