Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Usai Brexit, Inggris Tetap Komit dalam European Green Deal

Kebijakan berbasis perubahan iklim telah menumbuhkan perekonomian Inggris lebih dari 70% sambil mengurangi emisi karbon lebih dari 40% sejak 1990.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 31 Januari 2020  |  15:57 WIB
 Usai Brexit, Inggris Tetap Komit dalam European Green Deal
Aksi protes anti-Brexit menggelar unjuk rasa di luar Gedung Parlemen di London, Inggris (30/1 - 2020). Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-Setelah Brexit resmi esok, Sabtu (1/2/2020), Inggris berkomitmen penuh untuk tetap menjalankan European Green Deal yang diteken pada Desember 2019.

Di dalam European Green Deal, negara-negara Eropa wajib menihilkan emisi gas di Eropa pada 2050 itu.

Dubes Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins mengklaim sejauh ini Inggris telah mengalami kemajuan paling pesat dalam penurunan emisi diantara negara lain di dunia dan akan tetap melanjutkan upaya yang diperlukan.

"Pada Green Deal, Inggris selalu menjadi yang terdepan diantara negara anggota Uni Eropa dan itu tidak akan berubah setelah kami meninggalkan UE," kata Jenkins, Jumat (31/1/2020).

Selain itu, kebijakan berbasis perubahan iklim telah menumbuhkan perekonomian Inggris lebih dari 70% sambil mengurangi emisi karbon lebih dari 40% sejak 1990.

Inggris bersama dengan Italia akan menjadi tuan rumah The 26th session of the Conference of the Parties (COP26) pada Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim PBB tahun ini.

"Kami berharap Indonesia akan bergabung dengan kami dalam upaya global untuk menyelamatkan planet kita untuk generasi mendatang," ujar Jenkins.

Meskipun ada Brexit, Jenkins menegaskan negaranya tidak meninggalkan budaya dan peradaban Benua Biru dan berdiri bersama dengan kedaulatan yang setara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Brexit
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top