Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Brexit Mulai 1 Februari, Boris Johnson Serukan Inggris Bersatu

Perdana Menteri Boris Johnson berencana untuk bertemu dengan kabinetnya di Sunderland, timur laut Inggris, sebagai bagian dari upaya untuk menunjukkan ketertarikannya pada negara bagian di mana Partai Konservatifnya secara historis belum kuat.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 31 Januari 2020  |  08:02 WIB
Boris Johnson - Reuters/Neil Hall
Boris Johnson - Reuters/Neil Hall

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Boris Johnson menyerukan Inggris untuk masyarakat Inggris kembali bersatu setelah bertahun-tahun proses alot mengenai Brexit yang akhirnya resmi berlaku mulai 1 Ferbruari 2020.

"Yang paling penting untuk dikatakan malam ini adalah bahwa ini bukan akhir tetapi awal. Ini adalah saat ketika fajar menyingsing dan tirai naik ke babak baru," kata Johnson, dilansir Bloomberg, Jumat (31/1/2020).

Sebelumnya, Johnson berencana untuk bertemu dengan kabinetnya di Sunderland, timur laut Inggris, sebagai bagian dari upaya untuk menunjukkan ketertarikannya pada negara bagian di mana Partai Konservatifnya secara historis belum kuat.

"Ini adalah awal era baru di mana kami tidak lagi menerima bahwa peluang hidup Anda dan keluarga harus bergantung pada wilayah bagian dimana Anda tumbuh dewasa. Ini adalah saat ketika kita mulai bersatu dan naik level," ujar Johnson.

Setelah Inggris resmi meninggalkan Uni Eropa besok, kedua belah pihak akan memasuki masa transisi selama 11 bulan hingga 31 Desember 2020. Selasa 11 bulan tersebut, akan dirundingkan mengenai hubungan dan kesepakatan dagang Inggris dan Uni Eropa di masa mendatang.

Menteri Keuangan Inggris Sajid Javid sebelumnya mengatakan bahwa kesepakatan dagang dengan Uni Eropa akan menjadi prioritas utama setelah negaranya meninggalkan blok ekonomi tersebut.

Namun, bisa jadi hal itu akan lebih sulit daripada negosiasi Brexit Inggris-Uni Eropa yang dimulai pada Juni 2017.

Brexit adalah singkatan dari Britain dan Exit. Singkatan ini muncul setelah pengumuman hasil referendum yang diadakan pada 23 Juni 2016. Referendum ini diambil untuk memutuskan apakah Inggris harus tetap bergabung bersama Uni Eropa atau keluar dari keanggotaan. 

Setelah bertahun-tahun memproses hasil referendum ini, Perdana Menteri Boris Johnson memutuskan kepastian tanggal Inggris keluar dari Uni Eropa, yakni per 1 Februari 2020. 

Sebuah pertunjukan cahaya bakal ditampilkan di kediaman resmi Perdana Menteri Inggris Boris Johnson di Downing Street pada malam 31 Februari 2020. Acara ini memakan dana hingga 200.000 poundsterling.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Brexit

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top