Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Harus Berkontribusi pada Kerukunan Umat Beragama

Indonesia harus berkontribusi bagi kerukunan umat beragama di dunia seiring tingginya konflik agama, terutama yang dialami penganut tiga agama keturunan Ibrahim.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 28 Januari 2020  |  13:45 WIB
Dino Patti Djalal - Youtube
Dino Patti Djalal - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia harus berkontribusi bagi kerukunan umat beragama di dunia seiring tingginya konflik agama, terutama yang dialami penganut tiga agama keturunan Ibrahim.

Hal itu diungkapkan oleh pendiri Foreign Policy of Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal saat mengunjungi kantor Wakil Presiden, Selasa (28/1/2020).

Kontribusi ini diwujudkan salah satunya lewat program 1000 Abrahamic Circles (Seribu Lingkaran Agama Ibrahim) yang digagas sejak 2018. Program ini diwakili oleh tiga orang pemuka agama Islam, Nasrani, dan Yahudi dari negara berbeda yang memiliki intensitas konflik beragama tinggi.

“Tadi Bapak Wapres mengatakan sangat apresiasi mengenai program ini. Ini merupakan gagasan yang besar dan beliau mengharapkan Indonesia tidak hanya rukun, tapi bisa ikut merukunkan kelompok lain di berbagai belahan dunia yang masih ada masalah,” kata Dino.

Indonesia, lanjut Mantan Dubes RI di AS ini, mempunyai posisi yang sangat strategis untuk merukunkan dunia karena merupakan teladan toleransi dunia, terlepas dari apa yang terjadi di lapangan.

Setiap program diikuti oleh tiga orang pemuka agama dengan mengunjungi negara pemuka agama lainnya untuk menimba pengalaman di lingkungan agama yang berbeda. Dengan demikian program ini diharapkan dapat menciptakan toleransi antarumat beragama sehingga dapat ditularkan kepada masyarakat.

Hingga saat ini sudah ada tiga lingkaran yang dikirim ke beberapa negara seperti Amerika Serikat, Serbia, Sri Lanka, dan lainnya. 

“Kritik saya terhadap negara barat adalah fokusnya kebebasan beragama, tetapi itu hanya setengah dari yang dibutuhkan. Buat apa kita bebas memeluk agama tapi bermusuhan, berarti harus ada respect. Inilah yang kurang, yang banyak hanya kebebasan,” tuturnya.

Kendati berbasis di Jakarta, program 1.000 Abrahamic Circle masih didanai dari lembaga luar negeri. Dia berharap ke depannya pihak Indonesia dapat berkontribusi. 

Dino menargetkan hingga 2028 setidaknya 3.000 pemuka agama berpartisipasi dalam program 1.000 lingkaran ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toleransi
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top