Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wasekjen Demokrat Sarankan Kapolri Idham Azis Bantu KPK Temukan Harun Masiku

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik menyarankan Kapolri Jenderal Idham Azis menawarkan bantuannya untuk mencari tersangka kasus suap pergantian antar waktu Harun Masiku.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 28 Januari 2020  |  14:59 WIB
Idham Aziz (kanan) usai  - Antara
Idham Aziz (kanan) usai - Antara

Bisnis.com, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik menyarankan Kapolri Jenderal Idham Azis menawarkan bantuannya untuk mencari tersangka kasus suap pergantian antar waktu Harun Masiku.

Diketahui, hingga saat ini keberadaan kader PDIP itu masih belum diketahui. Padahal dia sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak awal Januari 2020.

Menurut Rachland bantuan Idham kepada KPK untuk mencari Harun ini dapat merawat kewibawaan hukum dan menjaga kepercayaan publik terhadap polisi.

"Mestinya, demi merawat kewibawaan hukum dan kepercayaan publik pada Polisi, Jenderal Idham bisa menawarkan bantuan kepada KPK mencari Harun Masiku," kata Rachland melalui akun twitternya @RachlandNashidik, Selasa (28/1/2020)

Menurut dia Idham adalah reserse kawakan. Apalagi, sebelum didapuk sebagai Kapolri, dia adalah Kepala Badan Reserse Kriminal Polri.

Apalagi, lanjut Rachland Idham akan pensiun dalam waktu kurang lebih satu tahun lagi. Menurut dia itu adalah waktu yang singkat untuk melakukan kebaikan, salah satunya membantu KPK menemukan Harun.

"Saya dengar setahun lagi Jenderal Idham pensiun. Waktu yang sangat singkat untuk melakukan kebaikan-kebaikan. Tapi waktu yang sangat panjang untuk berpangku tangan. KPK sudah terus terang mengaku kesulitan mencari Harun. Jenderal Idham akan memilih kebaikan atau berpangku-tangan?" katanya.

KPK pada hari Kamis (9/1) telah mengumumkan empat tersangka dalam kasus suap pergantian antar waktu, yakni sebagai penerima adalah anggota KPU Wahyu Setiawan (WSE) dan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu atau orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF). Sebagai pemberi adalah kader PDIP Harun Masiku (HAR) dan Saeful.

Wahyu meminta dana operasional Rp900 juta untuk membantu Harun menjadi anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Selatan I menggantikan calon terpilih anggota DPR Dapil Sumatera Selatan I Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, Wahyu menerima Rp600 juta.

Hingga kini, Harun masih belum ditahan oleh lembaga antirasuah. Keberadaannya pun masih simpang siur.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK partai demokrat
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top