Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Langkah Tiga Bank Sentral G7 akan Tentukan Arah Kebijakan Moneter 2020

Dalam beberapa pekan ke depan, ECB, BOJ, dan Bank Sentral Kanada disebutkan bersiap untuk menahan suku bunga
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 20 Januari 2020  |  15:00 WIB
Kanptr pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman - Reuters/Alex Domanski
Kanptr pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman - Reuters/Alex Domanski

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral Jepang (BOJ) adalah dua di antara anggota G7 lainnya yang akan memimpin arah kebijakan moneter menjelang pertemuan pertama dewan gubernur pada 2020.

Gubernur ECB yang baru, Christine Lagarde, akan meresmikan tinjauan strategi kebijakan moneter di mana para pejabat akan melakukan pertimbangan selama berbulan-bulan terkait target inflasi mereka.

Di Tokyo, pejabat bank senral siapp untuk menjaga sikap moneter mereka tidak berubah di hadapan kemungkinan yang meningkat terhadap pengetatan. Bank Sentral Kanada juga diperkirakan akan tetap menahan suku bunga acuan mereka.

Kepala ekonom Bloomberg, Tom Orlik, mengatakan bahwa ada dua tema utama bagi bank sentral sepanjang 2020 ini antara lain kebutuhan terbatas untuk stimulus jangka pendek dan kebutuhan berlimpah untuk relevansi jangka panjang.

"Keduanya akan diperlihatkan dalam beberapa pekan ke depan, dengan ECB, BOJ, dan Bank Sentral Kanada bersiap untuk menahan suku bunga. ECB juga akan mengejar The Fed dengan meluncurkan hasil tinjauan stabilitas harga," katanya, dikutip melalui Bloomberg, Senin (20/1).

Pekan ini agenda ekonomi dunia akan disibukkan dengan pertemuan tahunan World Economic Forum di Davos, Swiss, di mana International Monetary Fund akan merilis proyeksi ekonomi terbaru pada pekan berikutnya.

Sejumlah besar bankir akan hadir, termasuk Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda, Lagarde, dan kepala Bank for International Settlements Agustin Carstens.

Pekan ini Lagarde akan merilis strategi kebijakan moneter ECB yang diperbaharui di Frankfurt, Kamis (23/1).

Sejumlah ekonom memperkirakan langkah tersebut pada akhirnya akan mengarahkan ECB untuk mengubah kerangka kebijakannya dengan memberikan bobot yang sama pada inflasi yang terlalu rendah atau terlalu tinggi.

Bank Sentral Kanada diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada Rabu (22/1), meninggalkan biaya pinjaman pada tingkat tertinggi di antara negara maju lainnya.

Gubernur Stephen Poloz, yang dijadwalkan mundur dari jabatannya pada Juni, akan mengadakan konferensi pers menyusul keputusan itu.

Di Amerika Serikat, The Fed berada pada periode reses sebelum memulai pertemuan FOMC pertama di 2020 pada akhir Januari. Pekan ini juga tidak terlalu sibuk menyusul rilis laporan PMI pada Jumat (24/1), yang mungkin akan menjadi sorotan.

Adapun di Asia, BOJ akan melakukan pertemuan dewan gubernur pada Selasa (21/1), dengan para ekonom memperkirakan bahwa Kuroda akan mempertahankan pengaturan stimulus saat ini.

Sementara itu, Malaysia dan Indonesia mungkin akan menunjukkan sikap yang lebih stabil ketika para pejabat bank sentral masing-masing melakukan pertemuan pada Rabu (22/1) dan Kamis (23/1).

Korea Selatan dan Filipina merilis data pertumbuhan pada pekan ini, sementara jumlah pekerjaan dari Australia dan angka inflasi di Jepang akan diawasi ketat pada akhir pekan ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi global G7 ecb
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top