Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tanggulangi Banjir, BPPT akan Modifikasi Cuaca untuk Geser Hujan ke Selat Sunda dan Laut Jawa

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan bahwa pihaknya siap menjalankan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC). Upaya ini dilakukan dengan menjatuhkan hujan di daerah-daerah yang aman seperti di Selat Sunda dan Laut Jawa.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 03 Januari 2020  |  15:19 WIB
Petugas dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan TNI AU melakukan persiapan modifikasi cuaca (hujan buatan) untuk penanggulangan bencana asap kebakaran hutan dan lahan di Bandara Halim Pedana Kusuma, Jakarta, Minggu (1/11/2015). - Bisnis/Abdullah Azam
Petugas dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan TNI AU melakukan persiapan modifikasi cuaca (hujan buatan) untuk penanggulangan bencana asap kebakaran hutan dan lahan di Bandara Halim Pedana Kusuma, Jakarta, Minggu (1/11/2015). - Bisnis/Abdullah Azam

Bisnis.com, JAKARTA - Hujan yang terus mengguyur wilayah Jabodetabek sejak malam pergantian tahun membuat Ibu Kota dan sekitarnya banjir. Reduksi curah hujan tinggi untuk meredam banjir dilakukan pemerintah.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan bahwa pihaknya siap menjalankan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC). Curah hujan yang tinggi menjadi salah satu faktor utama pemicu bencana banjir di DKI Jakarta. Ini harus diperhatikan betul.

“Aplikasi TMC selanjutnya mulai dimanfaatkan dengan tujuan mampu mergurangi intensitas curah hujan di wiayah Jakarta. Dengan demikan, resiko terjadinya dampak banjir yang semakin meluas di DKI Jakarta dan sekitarnya pun dapat semakin ditekan,” katanya di Kantor BPPT Jakarta, (3/1/2020).

Hammam menjelaskan bahwa TMC adalah solusi teknologi untuk meminimalisir banjir di Jabodetabek. Dengan menyebar curah hujan, ini membuat intensitas turun di Ibu Kota dan sekitarnya akan berkurang.

“Upaya ini dilakukan dengan menjatuhkan hujan di daerah-daerah yang aman seperti di Selat Sunda dan Laut Jawa,” jelasnya.

Pelaksanaan operasi TMC untuk penanggulangan bencana banjir Jabodetabek 2020 ini menurut Hammam juga memerhatikan pertumbuhan awan. Hal ini menjadi faktor penting yang harus terus dipantau secara berlanjut.

Untuk itu, radar cuaca menjadi alat utama untuk melakukan pengamatan pertumbuhan awan di daerah target Jabodetabek.

“Untuk membangun sistem monitoring banjr Jabodetabek, Balai Besar Teknalogi Modifikasi Cuaca BPPT sejak tahun 2016 telah mengembangkan Prototype Early Waming System (EWS) banjir Jakarta yang berhasil disusun dan diberi nama R- RAINBOWS. [Radar - Rainfal Observation for Early Warning System]. R- Rairbows adalah sebuah sistem observasi dan monitoring curah hujan menggunakan radar, untuk keperluan ppeningkatan dari bencana banjr di wlayah DKI Jakarta dan sekitarnya yang ditampikan melaui sebuah web-GIS interaktif,” ucap Hammam

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hujan buatan modifikasi cuaca
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top