Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Suap Garuda : Ini Cara Soetikno Muluskan Pengadaan Rolls-Royce

Perbuatan Soetikno membantu Rolls-Royce adalah dengan cara mempertemukan pabrikan itu dengan Emirsyah Satar di Bali agar mendapat proyek di GIAA.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 26 Desember 2019  |  17:30 WIB
Presiden Komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo (tengah) dengan baju tahanan meninggalkan gedung KPK di Jakarta, Rabu (7/8/2019). - Antara
Presiden Komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo (tengah) dengan baju tahanan meninggalkan gedung KPK di Jakarta, Rabu (7/8/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pendiri PT Mugi Rekso Abadi sekaligus beneficial owner Connaught International Pte. Soetikno Soedarjo didakwa memberikan suap kepada mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) Emirsyah Satar.

Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Soetikno menyuap Satar sebesar Rp5.859.794.797, US$884.200, EUR1.020.975 dan SGD1.189.208. Secara keseluruhan, uang suap setara Rp46 miliar.

Menurut jaksa, Soetikno memberikan suap tersebut karena Emirsyah Satar selaku dirut Garuda 2005-2014 telah membantu merealisasikan kegiatan berupa pengadaan pesawat dan mesin pesawat PT Garuda Indonesia (GIAA).

Salah satunya adalah penerimaan uang dari Rolls-Royce Plc (Rolls-Royce) melalui PT Ardyaparamita Ayuprakarsa dan Connaught International, perusahaan milik Soetikno.

Penerimaan itu terkait Total Care Program (TCP) mesin Rolls-Royce Trent 700 untuk enam unit pesawat Airbus A330 300 GIAA dan empat unit pesawat yang disewa dari AerCAP dan International Lease Finance Corporation (ILFC).

Perbuatan Soetikno membantu Rolls-Royce adalah dengan cara mempertemukan pabrikan itu dengan Emirsyah Satar di Bali agar mendapat proyek di GIAA.

Komunikasi berlanjut ketika Emirsyah bertemu Jim Sheard selaku Senior Vice President Rolls-Royce saat itu, di Osaka, Jepang beberap waktu kemudian. 

Dalam pertemuan itu, Satar menyampaikan ketertarikannya kepada TCP untuk mesin RR Trent 700 dan akan membahasnya dengan Soetikno. Padahal, sebelumnya GIAA tetap menggunakan mekanisme time and material based (TMB) karena kesulitan keuangan.

Satar menyampaikan tentang mahalnya biaya perawatan mesin RR Trent 700. Kendati demikian, dia tetap berkomitmen untuk membantu Rolls-Royce dengan salah satunya mengganti Soenarko Kuntjoro selaku Direktur Teknik dan EVP Engineering GIAA dengan Hadinoto Soedigno.

"Karena menurut Emirsyah Satar, Soenarko Kuntjoro tidak friendly dengan pihak Rolls-Royce," ujar jaksa saat membaca surat dakwaan Soetikno di pengadilan tipikor, Kamis (26/12/2019).

Digantinya Sunarko membuat pihak Rolls-Royce senang sebagaimana laporan Mike F. Gray selaku Rolls-Royce Regional Director Indonesia saat itu dalam laporannya berjudul Indonesia Report-Period to 05 November 2007.

Singkatnya, pada 29 Oktober 2008 ditandatangani kontrak TCA No: DS/ PERJ/ DE-3236/ 2008 tanggal 29 Oktober 2008 untuk 15 unit mesin RR Trent 700 pada 6 unit pesawat Airbus A330-300 milik GIAA.

Dengan dicapainya kesepakatan TCP dengan GIAA, maka Soetikno melalui PT Ardyaparamita Ayuprakarsa selaku perusahaan miliknya menandatangani kontrak side letter (commercial adviser agreement (CAA) No.10201/SL2) dengan Rolls-Royce pada September 2008.

Hal itu dalam rangka memberikan fee kepada Emirsyah Satar dan pihak-pihak lain yang berjasa. Soetikno pun menagih US$500.000 pada Rolls-Royce untuk diberikan pada Satar.

Soetikno juga berperan agar Rolls-Royce mendapat proyek lagi saat adanya rencana GIAA yang akan menyewa dua unit pesawat Airbus A330 yang menggunakan mesin RR Trent 700 dengan lessor AerCap serta akan memasukkan mesin tersebut dalam TCP. 

"Informasi tersebut terdakwa lalu teruskan kepada Goerge Dean pada 9 Februari 2009. Menindaklanjuti hal tersebut, pada 19 Februari 2009 Mike F. Gray meminta Hadinoto Soedigno untuk memasukkan perawatan mesin RR Trent 700 dimaksud ke dalam kontrak TCA antara Rolls-Royce dengan PT Garuda Indonesia," kata jaksa.

Pada akhirnya, proyek itu didapat Rolls-Royce atas sumbangsih Soetikno Soedarjo yang juga atas bantuan Satar.

Soetikno memberikan US$180.000 yang dikirim ke rekening Woodlake International, perusahaan milik Satar, di Union Bank of Switzerland dari Rolls-Royce melalui Connaught International, perusahaan milik Soetikno.

Pemberian itu setelah adanya kontrak antara GIAA dengan Rolls-Royce atas TCP terhadap mesin RR Trent 700 untuk empat unit pesawat Airbus A330 yang disewa dari AerCap dan ILFC.

Soetikno kembali memberikan uang US$680.000 pada Satar dari Rolls-Royce melalui PT Ardyaparamita Ayuprakarsa dan Connaught International.

Pemberian itu karena Satar mengintervensi dan mengarahkan penggunaan metode TCP untuk perawatan mesin RR Trent 700 atas enam unit pesawat Airbus A330-300 yang dibeli GIAA tahun 1989 serta empat unit pesawat yang disewa dari AerCAP dan ILFC.

Adapun GIAA sampai dengan tahun 2014 telah melakukan pembayaran sejumlah US$304.913.954 atas kontrak TCP terhadap mesin RR Trent 700 kepada Rolls-Royce.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garuda indonesia kasus suap emirsyah satar
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top