Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Korut Kembangkan Rudal Balisitik ICBM

Korea Utara dilaporkan telah mengembangkan pabrik yang diduga menjadi pusat produksi rudal nuklir jarak jauh. Demikian menurut analisis baru foto satelit yang diberikan kepada NBC News.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 23 Desember 2019  |  08:01 WIB
Rudal balistik Korea Utara - reuters
Rudal balistik Korea Utara - reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Korea Utara dilaporkan telah mengembangkan pabrik yang diduga menjadi pusat produksi rudal nuklir jarak jauh. Demikian menurut analisis baru foto satelit yang diberikan kepada NBC News.

ICBM merupakan rudal balistik antarbenua.

Langkah itu akan meningkatkan dugaan Korea segera melanjutkan pengujian kemampuan rudal yang akan mengancam Amerika Serikat.

Gambar satelit komersial dari Planet Labs menunjukkan struktur sementara untuk mengakomodasi peningkatan lengan peluncur, menurut Jeffrey Lewis, direktur Program Nonproliferasi Asia Timur di Middlebury Institute of International Studies seperti dikutip CNBC.com, Senin (23/12).

"Kami percaya Korea Utara membangun struktur ini dengan melibatkan fasilitas untuk memproduksi atau memodifikasi peluncur ICBM," kata Lewis menyimpulkan dalam analisis tertulis. 

"Ada aktivitas di sejumlah lokasi yang menunjukkan bahwa Korea Utara meletakkan landasan untuk perluasan program ICBM mereka,” katanya. 

Bukti baru datang ketika pejabat militer dan intelijen AS semakin khawatir bahwa Korea Utara siap untuk melakukan uji coba rudal jarak jauh dalam beberapa hari atau beberapa pekan ke depan.

Hal itu merupakan tindakan yang akan menandakan kegagalan akhir pembicaraan diplomatik antara Presiden Donald Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Uni.

Rezim Kim Jong Un baru-baru ini memperingatkan "hadiah Natal" yang akan segera terjadi, ke Amerika Serikat. Pejabat tinggi Angkatan Udara AS di kawasan Asia-Pasifik mengatakan pekan lalu bahwa dia percaya bahwa "hadiah" bisa berupa rudal balistik.

Pencitraan komersial yang diambil oleh Planet Labs menunjukkan bahwa Korea Utara mulai memperluas lokasi tak lama setelah kunjungan Kim pada bulan Juni, termasuk membangun sebuah gedung baru yang terhubung dengan gedung tempat Kim Jong Un menyaksikan persiapan peluncuran Hwasong-15 pada 2017.

Negara itu menghentikan uji coba rudal nuklir dan senjata jarak jauh pada 2017 setelah pembicaraan diplomatik dengan Amerika Serikat yang mencakup dua pertemuan puncak antara Kim dan Trump. Namun dalam beberapa bulan terakhir tidak ada kemajuan yang terlihat.

"Apa yang saya perkirakan adalah semacam rudal balistik jarak jauh akan menjadi 'hadiah'," kata Jenderal Charles Brown, kepala Pasukan Udara Pasifik.
Apakah itu terjadi pada Malam Natal? Apakah itu datang pada Hari Natal? Apakah itu datang setelah tahun baru? salah satu tanggung jawab saya adalah memperhatikan itu, katanya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rudal
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top