Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diplomasi Gudeg dan Gado-gado di Pasifik

Banyak cara bisa dilakukan untuk menunjang diplomasi di Pasifik, misalnya dengan pendekatan budaya, ekonomi, dan kuliner.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 11 Desember 2019  |  13:26 WIB
Kedubes Indonesia di Selandia Baru beberapa kali mengundang suku Maori atau Iwi, dan Pasifika (sebutan untuk mereka yang berdarah Pasifik) ke Wisma Duta untuk makan siang atau makan malam. - Dok. KBRI Wellington
Kedubes Indonesia di Selandia Baru beberapa kali mengundang suku Maori atau Iwi, dan Pasifika (sebutan untuk mereka yang berdarah Pasifik) ke Wisma Duta untuk makan siang atau makan malam. - Dok. KBRI Wellington

Bisnis.com, JAKARTA - Banyak cara bisa dilakukan untuk  menunjang diplomasi di Pasifik, misalnya dengan pendekatan budaya, ekonomi, dan kuliner.

Kuliner menjadi cara yang dipilih Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya saat berdiplomasi di kawasan Pasifik.

Dikutip dari keterangan tertulis Tantowi, Rabu (11/12/2019), Kedubes di Wellington Selandia Baru beberapa kali mengundang suku Maori atau Iwi, dan Pasifika (sebutan untuk mereka yang berdarah Pasifik) ke Wisma Duta untuk makan siang atau makan malam.

“Menu yang kami sajikan adalah aneka makanan Indonesia yang sesuai dengan lidah mereka. Kita bersyukur Indonesia punya banyak pilihan yang cocok dengan cita rasa masyarakat dunia yang beragam,” katanya.

Menurut Tantowi makanan itu ibarat lagu. Tidak semua lagu, cocok dengan tamu. Sama persis dengan makanan.

Menu yang disajikan saat menjamu suku Maori atau Iwi, dan Pasifika (sebutan untuk mereka yang berdarah Pasifik) di Wisma Duta./Dok. KBRI Wellington

“Disinilah kejelian diuji, jika ingin jamuan yang kita adakan sukses dalam pengertian mereka puas, dan kita berhasil mempromosikan kuliner Indonesia,” terangnya.

 Tantowi menyebut bahwa beberapa hari lalu pihaknya mengundang beberapa teman Iwi dan Pasifika yang memiliki posisi penting dan strategis di pemerintah, parlemen, kampus dan dunia usaha.

“ Menyesuaikan lidah mereka yang terbiasa dengan makanan segar yang didominasi oleh sayur, kaya serat, bercitarasa manis, tidak pedas dan berbumbu tebal, kami menyajikan gado-gado, dan gudeg Yogya  sebagai makanan utama dan bubur kacang hijau ketan hitam sebagai penutup. Cita rasa Pasifik ini diperkaya dengan kehadiran NZ Pinot Noire dan Souvignon Blanc serta Kopi Arabika dari Jawa Barat,” papar Tantowi.

Hadir dalam jamuan makan malam itu antara lain: Aupito William Sio, (Menteri Urusan Pasifik), Anahila Kanongata'a Suisuiki (Anggota Parlemen dari Partai Buruh), Associate Professor Hon Dame Winnie Laban (Wakil Rektor Victoria University), dan 4 undangan lainnya dari dunia usaha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner pasifik diplomasi
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top