Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Senen, Mempertemukan Ciputra dengan Bung Karno

Hampir setiap pagi hari seusai sarapan, Ciputra bolak-balik menyambangi kantor Gubernur DKI Jakarta di Jalan Medan Merdeka. Dari aktivitas itu, hampir semuanya tidak ada hasil.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 28 November 2019  |  11:26 WIB
Ciputra (Bisnis - Endang Muchtar)
Ciputra (Bisnis - Endang Muchtar)

Kabar24.com, JAKARTA — “Kita sama-sama menghadap Presiden.”

Ajakan itu datang dari Gubernur DKI Jakarta Soemarno kepada Ciputra setelah melakukan presentasi terkait dengan pembangunan Pasar Senen.

Tidak mudah menemui Gubernur Soemarno apalagi untuk seorang arsitek baru lulus dan masih miskin seperti dirinya, cerita Ciputra dalam bukunya The Passion of My Life yang ditulis oleh Alberthiene Endah.

Hampir setiap pagi hari seusai sarapan, Ciputra bolak-balik menyambangi kantor Gubernur DKI Jakarta di Jalan Medan Merdeka. Dari aktivitas itu, hampir semuanya tidak ada hasil.

Satu kali, seorang kerabat membawa dirinya berkenalan dengan Mayor Charles, mantan asisten Gubernur Soemarno. Melalui Mayor Charles, Ciputra memohon bisa dipertemukan dengan Gubernur Soemarno.

Permintaannya tidak banyak. “Saya hanya ingin menyampaikan pemikiran saya untuk membangun Jakarta. Tidak lebih,” katanya dikutip dari buku terbitan Gramedia Pustaka Utama itu.

Mayor Charles mengatakan bahwa Gubernur Soemarno bukannya enggan bertemu, tetapi karena kesibukannya yang luar biasa. Gubernur tentu saja akan memilih dan memberi prioritas pertemuan yang harus dihadiri.

Singkat cerita, pertemuan dengan Gubernur Soemarno terjadi. “Kau lihatlah itu kawasan Senen. Itu ingin kami remajakan. Kawasan itu begitu kumuh dan hiruk pikuk. Jika kau sudah melihat ke sana kita bertemu lagi untuk bicara. Saya percaya kita bisa meremajakan kawasan itu,” kata Gubernur setelah mendengar konsep Ciputra tentang Jakarta.

Mendengar pernyataan sang gubernur, Ciputra dengan sepeda motor miliknya menuju kawasan Senen, menyusuri Kwitang, ke jalan menuju Cempaka Putih, Kramat, hingga Gunung Sahari.

Dari situ Ciputra merekam semua aktivitas masyarakat. Dalam pikirannya, kawasan itu benar-benar menjadi surga bagi para pedagang. Ciputra masuk hingga ke gang-gang sempit, dan melihat betapa luasnya kawasan Senen dan semrawutnya daerah tersebut.

Setelah melihat semua apa yang ada di kawasan Senen, Ciputra menuju ke Bandung untuk menemui dua sahabatnya.

“Kita harus membuat maket yang sempurna,” kata Ciputra di depan sahabatnya.

Akhirnya,  Ciputra dan sahabatnya membuat maket dan materi presentasi bermalam-malam. Visi utama yang dibawa, kawasan Senen harus berubah total. Maket dan presentasi itu dibawa ke depan Gubernur Soemarno.

“Saya setuju. Sempurna. Penjelasanmu sejalan dengan pikiran saya. Pasar Senen mau tak mau memang harus segera dibenahi, baik bangunan fisiknya, maupun penggunaannya,” kata Gubernur kala itu.

Dari presentasi yang dipaparkan Ciputra dan kawan-kawannya itu, Gubernur Soemarno mengajak dirinya bertemu dengan Presiden Soekarno.

Ajakan itu sempat membuat kaget Ciputra. Kalimat Soemarno itu bukan candaan. Beberapa hari kemudian, Ciputra benar-benar diajak bertemu dengan Presiden Soekarno.

Presiden Soekarno menjabat tangannya dengan erat, hangat, dan tersenyum penuh wibawa, kenang Ciputra.

Di depan Presiden Soekarno, Ciputra mengulang lagi materinya untuk menata kawasan Pasar Senen.Bung Karno mengangguk mendengarkan dengan sungguh-sungguh.

Sampai di satu waktu, Bung Karno bertanya, “Yang penting bagi saya adalah pembuangan sampah. Di mana kau akan membuang sampahnya?” tanya Bung Karno.

Ciputra menuturkan sampah akan diangkut petugas setiap hari dan dibawa ke tempat pembuangan khusus di mana petugas pada jam tertentu akan mengangkut tumpukan sampah.

Bung Karno mengangguk. Lalu mengajak membicarakan hal-hal teknis, khususnya kemampuan negara dalam mendanai proyek. Ciputra mengaku sempat terpaku.

Tapi, Gubernur Soemarno membesarkan hatinya. “Kita akan mengumpulkan pengusaha dan orang-orang perbankan. Kita buat konsosrsium atau kelompok kerja yang akan mendanai proyek ini.” Lega hati Ciputra.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ciputra soekarno bung karno pasar senen
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top