Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wabah Demam Babi Afrika Hantui Pemasok Daging Terbesar China

Demam babi Afrika ditemukan pada 20 babi hutan di provinsi Lubusz barat Polandia bulan ini, berjarak hanya 80 kilometer dari Jerman, negara pemasok babi terbesar di Uni Eropa.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 November 2019  |  09:01 WIB
Peternakan babi - Istimewa
Peternakan babi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Wabah penyakit mematikan yang menyerang ternak babi semakin mengancam salah satu pemasok terbesar daging babi ke China.

Demam babi Afrika ditemukan pada 20 babi hutan di provinsi Lubusz barat Polandia bulan ini, berjarak hanya 80 kilometer dari Jerman, negara pemasok babi terbesar di Uni Eropa.

Kementerian Pertanian jerman mengatakan sementara Eropa timur telah bergulat dengan virus ini selama beberapa tahun, kasus-kasus terbaru menunjukkan Jerman "semakin terpapar" terhadap potensi penyebaran.

UE telah menjadi pemasok penting daging babi ke China, yang tengah memacu impor guna mengisi kelangkaan daging yang disebabkan oleh wabah yang belum pernah terjadi sebelumnya ini.

Ancaman wabah semakin terbuka jika virus menyebar ke produsen utama di UE, dan kasus-kasus di Polandia baru-baru ini mengikuti kasus serupa di Belgia sejak tahun lalu.

“Virus ini melonjak lebih jauh dan lebih cepat daripada yang orang duga," kata Rupert Claxton, direktur perdagangan daging di konsultan Gira yang berpusat di Prancis.

"Hilangnya pasar China akan menjadi bencana bagi industri daging babi Eropa jika wabah yang lebih besar mendorong pembatasan luas pada ekspor,” katanya, seperti dikutip Bloomberg.

Pasar Daging Babi UE

Data Komosi Eropa mencatat ekspor daging babi UE ke China mencapai 1,5 juta ton dalam sembilan bulan pertama tahun ini, melonjak 55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Lonjakan ekspor ini mendorong harga babi ke level tertinggi enam tahun terakhir, dan China membeli hampir semuanya,” kata Tim Koch, analis pasar di AMI.

Belum ada kasus yang ditemukan di Jerman, dan sementara itu belum ada tindakan yang akan diambil China jika wabah menyebar ke Jerman. Peternak di Eropa ragu-ragu untuk mengembangkan ternak meskipun permintaan meningkat, sebagian di tengah kekhawatiran wabah penyakit.

Eropa Barat sejauh ini berhasil membatasi penyebaran virus. Belgia telah melaporkan babi hutan yang terinfeksi sejak tahun lalu, tetapi kasus belum mencapai peternakan domestik atau negara-negara terdekat. Spanyol, pemasok utama di UE lainnya, juga masih bebas dari penyakit.

Untuk saat ini, ancaman terbesar ada di Eropa timur. Otoritas dokter hewan Polandia membangun pagar dan melakukan lebih banyak pencarian di wilayah yang terkena dampak. Negara-negara termasuk Rumania, Ukraina, dan Bulgaria juga mengalami wabah, dan Serbia dan Slovakia melaporkan kasus pertama mereka tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china daging babi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top