Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

HSBC Lipat Gandakan Proyeksi Harga Rumah di Australia

Kota besar seperti Sydney dan Melbourne diperkirakan mencatatkan kenaikan harga rumah paling besar.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 21 November 2019  |  14:18 WIB
Kota Melbourne di Australia - tripadvisor
Kota Melbourne di Australia - tripadvisor

Bisnis.com, JAKARTA — HSBC Holdings Plc. melipatgandakan proyeksinya untuk harga properti di Australia pada 2020. Adanya suku bunga rendah dan aturan pinjaman yang lebih longgar membuat pembeli kembali membanjiri pasar.

Kepala Ekonom HSBC di Australia dan Selandia Baru Paul Bloxham menyebutkan bahwa HSBC saat ini memperkirakan harga rumah di Australia bisa naik hingga 5 persen sampai dengan 9 persen pada 2020, naik dari perkiraan sebelumnya naik 0 persen sampai 4 persen.

Kota besar seperti Sydney dan Melbourne diperkirakan mencatatkan kenaikan harga rumah terbesar. HSBC memperkirakan di kedua wilayah tersebut akan ada kenaikan sekitar 8 persen—12 persen di Sydney dan 10 persen—14 persen di Melbourne.

“Pasar sudah mulai berbalik sejak 6 bulan lalu. Yang jadi pertanyaannya sekarang adalah sejauh mana harga akan turun lagi, melihat pertumbuhan ekonomi yang melambat secara keseluruhan,” katanya dikutip dari Bloomberg, Kamis (21/11/2019).

The Reserve Bank of Australia telah memangkas suku bunga acuannya sebanyak tiga kali sejak Juni lalu dengan tujuan meningkatkan investasi dan mempermudah pembukaan lapangan kerja. Namun, sejauh ini dampak yang dihasilkan justru malah membuat harga rumah makin tinggi.

Selain itu, bunga kredit rumah juga saat ini mencapai yang terendah. Pasar properti residensial mengalami rebound karena terdorong oleh regulasi yang lebih longgar untuk pengajuan pinjaman, pemilihan kembali pemerintah yang lebih ramah pada industri properti, dan penyusutan pasok.

“Ceritanya sekarang sudah berubah. Kecepatan perubahan itu terlihat pada lonjakan permintaan dari pembeli, tanpa dibarengi dengan lonjakan pasok dari pengembang properti. Hasilnya, harga properti jadi naik tinggi sekali,” lanjut Bloxham.

Namun, dia memprediksi cepatnya kenaikan harga rumah harusnya bisa makin menarik penjual untuk masuk kembali ke pasar properti menyeimbangkan kembali laju kenaikan harga properti yang mulai terjadi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia harga rumah hsbc
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top