Masyarakat Antusias Sambut Pelari Borobudur Marathon 2019

Puncak acara Borobudur Marathon 2019 pada Minggu (17/11/2019) berlangsung sukses dan meriah.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 17 November 2019  |  12:50 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, MAGELANG - Puncak acara Borobudur Marathon 2019 pada Minggu (17/11/2019) berlangsung sukses dan meriah.

Masyarakat di sekitar kawasan Borobudur pun memberikan sambutan meriah. Di km 8, Desa Deyangan, Kec. Margoyudan, Kab. Magelang misalnya, warga mempertunjukkan kesenian tari dengan alunan musik dari alat tumbuk padi, gendang, dan tembang lawas khas Jawa.

Kepala Desa Deyangan Guretno, menyampaikan penampilan tari yang disebut tari lesung ini dilakukan oleh 30 orang perempuan. Pertunjukan ini menjadi salah satu upaya desa agar terlibat dalam acara Borobudur Marathon 2019.

"Masyarakat kami sangat antusias menyambut pelari dan turis. Semoga kerasan di sini," ujarnya Minggu (17/11/2019).

Simak liputan citizen journalism dari akun Youtube BOROBUDUR KIDS SOCCER untuk melihat kemeriahan turnamen tersebut.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang ikut marathon kategori 10 km dan berhasil finish dalam waktu 1 jam 52menit 41 detik juga tampak sumringah.

Dia menceritakan pengalamannya saat berlari. Sambutan masyarakat di sepanjang rute lari sangat meriah. Masyarakat begitu antusias menyambut event tahunan tersebut.

Di sepanjang jalan, masyarakat menyambut para pelari dengan berbagai kesenian. Ada jaran kepang, tari barongan dan tari-tari tradisional lainnya.

Ganjar pun beberapa kali menyempatkan menari dengan anak-anak dan mengajak para peserta lain untuk bergabung.

"Masyarakat begitu antusias, mereka menampilkan seni, budaya, kuliner dan cerita-cerita menarik yang tidak ditemui dalam ajang lomba maraton lainnya. Ini keren, anak-anak dilibatkan," tuturnya.

Menurut Ganjar, ajang Borobudur Marathon bukanlah perlombaan lari semata, tetapi juga soal kemanusiaan.

Saat lomba lari Ganjar bertemu dengan seorang peserta yang berlari dengan mendorong kursi roda anaknya. Si anak yang menyandang disabilitas juga tampak begitu semangat mengikuti lomba.

Selain itu, ada juga empat perempuan pengidap kangker yang semangat mengikuti lomba. Keempatnya semangat untuk melawan penyakitnya itu dengan berlari.

"Itu hal yang sangat berkesan buat saya. Tidak hanya sekedar lari, namun Borobudur Marathon adalah cerita kemanusiaan dan cinta," imbuhnya.

Terkait gelaran Borobudur Marathon tahun ini, Ganjar mengatakan bahwa acaranya semakin meriah dan terorganisir dengan baik. Pihaknya optimis, Borobudur Marathon akan menjadi acara maraton terbaik di Indonesia.

"Kita dorong agar ini menjadi best marathon di Indonesia. Memang ada beberapa hal yang perlu diperbaiki termasuk lebar track. Saya sudah bicara dengan pemerintah pusat, kementerian PUPR sudah siap membangun. Mudah-mudahan tahun depan sudah dibangun dan menjadi lebih baik lagi," tambahnya.

Terkait pengembangan kawasan Borobudur sebagai destinasi wisata unggulan, Ganjar mengatakan acara semacam ini perlu diperbanyak. Hal itu terbukti, setiap tahunnya Borobudur Marathon selalu dibanjiri wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

"Beberapa waktu lalu kami sudah menggelar Tour de Borobudur dan beberapa event besar lain. Mudah-mudahan akan lebih banyak lagi, termasuk permintaan untuk menggelar triatlhon yang banyak diminta para komunitas. Mudah-mudahan dapat kita realisasikan," katanya.

Pelaksanaan Borobudur Marathon sekaligus memberikan dampak ekonomi dari pariwisata. Diperkirakan ada 30.000 orang yang datang selama acara berlangsung.

Para wisatawan berada di Magelang sekitar 3--7 hari. Artinya, selain dari sisi kenaikam jumlah, pertumbuhan pariwisata juga terlihat dari peningkatan lama tinggal turis.

Oleh karena itu, wajar bila penginapan, homestay, dan hotel di Magelang serta wilayah sekitarnya, mengalami okupansi penuh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
borobudur

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top