DPR Apreasiasi Bareskrim Ringkus Pembobol Bank Permata Sumarto Gosal

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil mengapresiasi kinerja tim buru sergap (Buser) Bareskrim Polri yang berhasil menangkap para tersangka dalam daftar pencarian orang (DPO).
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 08 November 2019  |  13:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil mengapresiasi kinerja tim buru sergap (Buser) Bareskrim Polri yang berhasil menangkap para tersangka dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Tentunya kita, saya mengapresiasi kinerja Polisi dalam hal ini Bareskrim yang telah berhasil melindungi warga negaranya dari kejahatan orang lain," ujar Nasir dalam keteranganya kepada wartawan, Jumat (8/11).

Nasir mengatakan pimpinan Polri juga seharusnya ikut mengapresiasi dalam bentuk reward atas prestasi anak buahnya tersebut.

Dia menilai tidak mudah untuk mennagkap bruonan pelaku ejahatan sehingga dibutuhkan kerja keras aparat kepolisian. 

"Penangkapan ini pun harus diapresiasi oleh pimpinan Polri, mereka Polisi di lapangan sudah lelah dan bekerja keras sehingga buronan (DPO) yang dicari sudah berhasil ditangkap," kata politisi dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Terkait kasus tersebut, dia juga meminta agar perkara kasus tersebut segera dilimpahkan ke pihak kejaksaan.

“Harapan kami kasus ini cepat ditangani kejaksaan sehingga tidak ada celah untuk terjadinya bolak balik dari polisi ke jaksa dan sebaliknya. 

Sebelumnya Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra, mengatakan akan melakukan cross cek terkait penangkapan tersebut. 

"Terima kasih informasinya, kami akan konfirmasi ke Bareskrim," ujar lulusan Akpol 1994 itu menerangkan.

Dari informasi yang diterima wartawan, Bareskrim berhasil menangkap tiga orang pelaku yang diduga telah membobol Bank Permata menggunakan pengajuan kredit fiktif terkait pembiayaan proyek-proyek PT Pertamina (Persero), dengan plafond kredit senilai sekitar Rp1 triliun.

Disebutkan, ketiga orang pelaku tersebut merupakan Pengurus PT Megah Jaya Prima Lestari (PT MJPL) yaitu Sumarto Gosal selaku Direktur Utama sekaligus pemegang saham dengan prosentase 33,33 %

Selanjutnya Silvia selaku Direktur sekaligus pemegang saham dengan prosentase 33,33 %.

Ketiga The Johnny selaku Komisaris sekaligus pemegang saham dengan prosentase 33,34 % yang merupakan kontraktor atau rekanan di PT. Pertamina.

Disebutkan bahwa cara para pelaku melakukan kejahatan yakni dengan cara mengajukan kredit pembiayaan tujuh kontrak proyek PT Pertamina kepada Bank Permata.

Selanjutnya dilakukan pencairan kredit pada bulan Desember 2013 hingga Mei 2015 sebanyak 61 kali sejumlah Rp 892.062.287.312.

Namun pembayaran kewajiban mulai macet pada tahun 2017 sehingga Bank Permata mulai curiga.

Pada akhir tahun 2017 Bank Permata meminta konfirmasi kepada PT Pertamina dan ditanggapi oleh PT Pertamina, bahwa ketujuh kontrak proyek PT Pertamina yang diajukan oleh PT MJPL untuk dibiayai kreditnya oleh Bank Permata adalah palsu.

Ada dugaan modus operandi yang dilakukan para tersangka terjadi juga di Bank lain di luar Bank Permata dan diduga para tersangka bekerja sama dengan pegawai bank.

Banyak pihak berharap dari kasus ini Penyidik Polisi bisa mengungkap secara tuntas kejahatan ini agar tidak menjadi modus/trend yang merugikan dunia perbankan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank permata, pembobolan dana

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top