Pelaku Pasar di Eropa Minta Jam Perdagangan Bursa Lebih Pendek

Para pelaku pasar di Eropa mengatakan waktu perdagangan di bursa seharusnya lebih pendek daripada saat ini, agar jam kerja mereka juga dapat berkurang.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 07 November 2019  |  20:14 WIB
Pelaku Pasar di Eropa Minta Jam Perdagangan Bursa Lebih Pendek
Bursa Eropa - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Para pelaku pasar di Eropa mengatakan waktu perdagangan di bursa seharusnya lebih pendek daripada saat ini, agar jam kerja mereka juga dapat berkurang.

Asosiasi Pasar Keuangan di Eropa dan Asosiasi Investasi mengatakan kepada bursa di London dan di seluruh benua untuk memangkas jam buka hingga 90 menit karena adanya dampak teknologi dan evolusi dalam pola perdagangan.

Selain mempromosikan pasar yang lebih efisien, jam kerja yang lebih pendek juga akan mengatasi masalah keseimbangan dan keragaman kehidupan kerja.

Bahkan dengan 7 jam kerja (dari jam 9 pagi sampai 4 sore waktu London), waktu perdagangan Eropa yang baru masih akan lebih lama daripada di AS dan Jepang. Hari perdagangan saat ini di London berlangsung dari jam 8 pagi sampai pukul 16.30.

"Perdagangan ekuitas berisiko tertinggal dari industri jasa keuangan yang lebih luas kecuali jam perdagangan yang panjang dikurangi oleh pendekatan industri," kata April Day, direktur pelaksana dan kepala ekuitas di AFME, seperti dikutip Bloomberg.

Kota London bergulat dengan banyak laporan pelecehan seksual dan jam kerja yang panjang. Dalam dunia perdagangan ekuitas yang penuh tekanan, jam kerja yang panjang membuat lebih sulit untuk merekrut mereka yang telah berkeluarga dan hal tersebut berdampak pada kesehatan mental dan kesejahteraan pelaku pasar.

Seorang juru bicara London Stock Exchange Group Plc mengatakan pihaknya akan membahas usulan tersebut dengan para anggota dan pelanggannya. Seorang juru bicara CBOE Eropa mengatakan hari perdagangan yang lebih pendek merupakan "konsep yang sangat menarik yang layak untuk dibahas."

Yang pasti, pedagang ekuitas dibayar tinggi dan dibayar untuk waktu dan usaha mereka. Tetapi volume perdagangan juga berada pada tren penurunan jangka panjang. Chief Executive Officer LSE David Schwimmer mengatakan baru-baru ini bahwa investor cenderung menunggu perdagangan di sesi sore daripada melakukan perdagangan sepanjang hari.

CEO Aquis Exchange Plc Alasdair Haynes mengatakan bahwa meskipun dia mendukung inisiatif ini, dia ingin melihat uji coba pada sejumlah bursa di seluruh Eropa untuk melihat cara kerjanya.

"Kami ingin melihat bukti nyata bahwa waktu perdagangan yang lebih pendek akan memberi dampak positif pada pasar," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa eropa, pasar saham

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top