Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indonesia Serukan Kerja Sama Industri 4.0 di Forum PBB

Indonesia menyerukan kerja sama internasional dalam rangka menghadapi tantangan sekaligus mengoptimalkan manfaat dari revolusi industri keempat yang juga dikenal dengan Industri 4.0.
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 05 November 2019  |  11:09 WIB
Dubes/Wakil Tetap RI untuk PBB di Wina, Darmansjah Djumala berbicara di Sidang Umum UNIDO di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab, tanggal 3-7 November 2019. - Dok. KBRI Wina
Dubes/Wakil Tetap RI untuk PBB di Wina, Darmansjah Djumala berbicara di Sidang Umum UNIDO di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab, tanggal 3-7 November 2019. - Dok. KBRI Wina

Bisnis.com, ABU DHABI - Indonesia menyerukan kerja sama internasional dalam rangka menghadapi tantangan sekaligus mengoptimalkan manfaat dari revolusi industri keempat yang juga dikenal dengan Industri 4.0.

Kerja sama itu antara lain dapat dilakukan melalui organisasi internasional yang telah ada, seperti Organisasi Pembangunan Industri PBB (United Nations Industrial Development Organization/UNIDO).

Seruan itu disampaikan delegasi Indonesia dalam Sidang Umum UNIDO di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab, tanggal 3-7 November 2019, yang dipimpin oleh Dubes/Wakil Tetap RI untuk PBB di Wina, Darmansjah Djumala.

“Indonesia percaya bahwa UNIDO dapat memainkan peran penting dalam membantu pengembangan industri untuk beradaptasi dan mendapatkan manfaat dari era Industri 4.0. Peran UNIDO tidak hanya menyediakan keahlian, tetapi juga memetakan mitra pembangunan dan memobilisasi sumber daya dalam rangka meningkatkan kapasitas sektor manufaktur dan usaha kecil dan menengah (UKM),” kata Dubes Djumala dalam pernyataan nasional Indonesia di pertemuan tersebut, Senin (4/11/2019) waktu setempat.

Dalam kaitan ini, Indonesia menegaskan kesiapan untuk berkontribusi sekaligus mempererat kerja sama dengan UNIDO. Di antara inisiatif kerja sama RI-UNIDO yang telah diwujudkan adalah penyelenggaraan Konferensi Regional tentang Pembangunan Industri (1st Regional Conference on Industrial Development/RCID) di Bali bulan November 2018.

Forum ini menjadi wadah bagi negara-negara di Kawasan Asia Pasifik untuk bertukar pandangan, kebijakan, pengetahuan, dan gagasan dalam mengoptimalkan peluang dan manfaat revolusi industri keempat.

Forum menghasilkan “Bali Agenda on Industry 4.0” yang berisi komitmen para peserta konferensi untuk menjalin kolaborasi di bidang Industri 4.0.

“Indonesia percaya bahwa upaya untuk mencapai pembangunan industri yang bersifat inklusif dan berkelanjutan tidak dapat dilakukan secara maksimal tanpa adanya kerja sama di level regional dan internasional. RCID merupakan kontribusi Indonesia untuk mendorong kerja sama tersebut,” kata Dubes Djumala.

Pada kesempatan itu Dubes Djumala juga menyampaikan upaya-upaya yang telah dilakukan Indonesia dalam rangka menghadapi era Industri 4.0, seperti peluncuran "Making Indonesia 4.0" tahun 2018 dengan fokus pada 5 industri andalan (makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, dan produk kimia) dan penyusunan "Indonesia Industry 4.0 Readiness Index(INDI 4.0) untuk mengukur kesiapan sektor industri dalam menerapkan Industri 4.0.

Upaya lain adalah dengan mengembangkan Program Revitalisasi Vokasi Industri 2020-2024 dengan fokus pada penguatan kurikulum dan modul belajar untuk 175 politeknik, 2.612 sekolah vokasi, dan kurang lebih 1,5 juta pekerja.

“Upaya-upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa setiap orang memiliki akses dan kesempatan yang setara dalam mengoptimalkan manfaat Industri 4.0,” tegas Dubes Djumala.

Sidang Umum merupakan forum tertinggi di UNIDO yang dilaksanakan secara rutin setiap dua tahun dan diikuti oleh seluruh negara anggota yang saat ini berjumlah 170.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pbb industri 4.0
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top