Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelonggaran Aturan KPR, Dorong Lonjakan Penjualan Perumahan di Hong Kong

Langkah pemerintah Hong Kong untuk mempermudah pembeli rumah pertama masuk ke pasar perumahan yang paling tidak terjangkau di dunia membuahkan hasil, dengan lonjakan penjualan dalam dua pekan terakhir.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Oktober 2019  |  16:32 WIB
Pemandangan kota Hong Kong dari atas bukit, Jumat (4/8/2017). - Reuters/Bobby Yip
Pemandangan kota Hong Kong dari atas bukit, Jumat (4/8/2017). - Reuters/Bobby Yip

Bisnis.com, JAKARTA – Langkah pemerintah Hong Kong untuk mempermudah pembeli rumah pertama masuk ke pasar perumahan yang paling tidak terjangkau di dunia membuahkan hasil, dengan lonjakan penjualan dalam dua pekan terakhir.

Dilansir Bloomberg, penjualan perumahan di pasar sekunder meningkat lebih dari dua kali lipat sejak adanya pelonggaran aturan KPR untuk pembeli rumah pertama kali pada pertengahan Oktober, ungkap Midland Realty Ltd.

Penjualan rumah baru juga berjalan baik, dengan 167 unit di proyek Emerald Bay China Evergrande Group terjual habis dalam enam jam pada Senin (28/10/2019), seperti dilaporkan oleh Hong Kong Economic Journal.

Kebijakan tersebut meningkatkan jumlah plafon yang dapat dipinjam oleh pembeli rumah pertama menjadi HK$ 8 juta (US$ 1 juta), dengan uang muka sebesar 10 persen. Langkah pemerntah ini merupakan salah satu upaya untuk memadamkan aksi protes yang sebagian didorong oleh meningkatnya ketidaksetaraan di Hong Kong.

"Jelas ada lebih banyak minat dari pembeli sekarang daripada sebelum aturan baru terbit," kata Ivan Wong, asisten manajer distrik di Midland Realty, seperti dikutip Bloomberg.

Dia menambahkan bahwa dia mulai menerima lebih banyak panggilan dari klien sehari setelah perubahan kebijakan.

Sementara itu, penjual juga bergerak cepat, dengan harga telah meningkat sebesar 4 persen hingga 5 persen. “Penjual sekarang berdiri teguh pada harga mereka, sehingga lebih sulit untuk menawar," kata Wong.

Meskipun harga properti telah menurun sejak aksi protes yang berkecamuk sejak bulan Juni, pelonggaran aturan KPR telah memperlambat penurunan. Berdasarkan data yang dirilis Centaline, harga rumah bekas turun 0,14 persen dalam pekan yang berakhir 20 Oktober, penurunan terkecil dalam dua bulan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perumahan hong kong
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top