CEK FAKTA : Betulkah Gelombang Panas Akan Melanda Indonesia? Ini Penjelasan BMKG

Pesan berantai tentang gelombang panas yang akan melanda Indonesia beredar menjadi pesan berantai di media sosial dan aplikasi whatsapp. Ini penjelasan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 23 Oktober 2019  |  16:57 WIB
CEK FAKTA : Betulkah Gelombang Panas Akan Melanda Indonesia? Ini Penjelasan BMKG
Tangkapan layar hoax gelombang panas - BMKG

Bisnis.com, JAKARTA - Pesan berantai tentang gelombang panas yang akan melanda Indonesia beredar menjadi pesan berantai di media sosial dan aplikasi whatsapp. Ini penjelasan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menanggapi pesan berantai yang beredar dipelbagai platform media sosial dan whatshapp bahwa Indonesia akan dilanda gelombang panas. BMKG memastikan kabar tersebut sebagai kabar bohong alias tidak benar ( hoax).

BMKG meluruskan bahwa saat ini Indonesia dilanda suhu panas, bukan gelombang panas.

"Fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia. Berdasarkan data histori, suhu maksimun di Indonesia belum pernah mencapai 40 derajat Celsius. Data BMKG menyebut suhu tertinggi yang pernah terjadi di Indonesia sebesar 39,5 derajat Celcius pada tahun 2015 di Kota Semarang, Prov Jateng," ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R. Prabowo.

Dijelaskan Mulyono dalam keterangan resminya bahwa gelombang panas terjadi pada wilayah yang terletak pada lintang menengah dan tinggi.Sementara wilayah Indonesia terletak di wilayah ekuator yang secara sistem dinamika cuaca tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas.

"Suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya," tambah Mulyono.

Bahkan, lanjutnya, pada 20 Oktober terdapat tiga stasiun pengamatan BMKG di Sulawesi yang mencatat suhu maksimum tertinggi yaitu Stasiun Meteorologi Hasanuddin (Makassar) 38.8 C, diikuti Stasiun Klimatologi Maros 38.3 C, dan Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera 37.8 C.

Suhu tersebut merupakan catatan suhu tertinggi dalam satu tahun terakhir. Pada periode Oktober 2018 tercatat suhu maksimum mencapai 37 derajat Celcius.

BMKG mengimbau masyarakat yang terdampak suhu udara panas untuk minum air putih yang cukup guna menghindari dehidrasi, mengenakan pakaian yang melindungi kulit dari sinar matahari jika beraktivitas di luar ruangan, serta mewaspadai aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi karhutla.

Selain itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya angin kencang yang berpotensi terjadi di pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam melalui call center 021-6546315/18, website http://www.bmkg.go.id, atau mengikuti akun @infobmkg di twitter, dan bisa juga langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
BMKG, hoax

Sumber : bmkg

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top