Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tak Dapat Jatah Kursi Menteri, PKPI Tetap Mendukung Jokowi

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia adalah satu dari sembilan dari pengusung Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. Akan tetapi tidak ada perwakilan kader yang diminta jadi menteri.
Presiden Joko Widodo bertemu dengan Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono (kiri), Ketua Umum PSI Grace Natalie (kedua kiri), dan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (kanan) di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/7)./Instagram @jokowi
Presiden Joko Widodo bertemu dengan Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono (kiri), Ketua Umum PSI Grace Natalie (kedua kiri), dan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (kanan) di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/7)./Instagram @jokowi

Bisnis.com, JAKARTA — Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia adalah satu dari sembilan dari pengusung Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. Akan tetapi tidak ada perwakilan kader yang diminta jadi menteri.

Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono mengatakan bahwa susunan kabinet diyakini telah terpikir matang oleh Jokowi-Amin.

“Artinya para tokoh yang duduk di kursi kabinet adalah mereka yang terbaik,” katanya melalui pesan instan kepada wartawan, Rabu (23/10/2019).

Diaz menjelaskan bahwa sejak awal PKPI  berkomitmen bukan hanya untuk memenangkan pasangan Jokowi-Amin sebagai presiden dan wakil presiden, namun juga untuk mengawal jalannya pemerintahan untuk lima tahun ke depan.

“Keputusan Presiden hari ini wajib kita sepenuhnya dukung. Hal ini merupakan komitmen dari dukungan politik tanpa syarat yang telah kita berikan,” jelasnya.

Selain PKPI, partai pengusung yang kadernya tidak diminta jadi menteri adalah Hanura, Perindo, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keempat partai ini tidak lolos ambang batas parlemen.

Sementara itu partai yang bukan pengusung ditarik jadi koalisi pemerintah. Hanya Gerindra yang ditarik. Ketua Umum Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo ditunjuk jadi menteri.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Akhirul Anwar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper