Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Surya Paloh : Kalau Tak Ada Oposisi, Demokrasi Sudah Selesai

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh angkat bicara ihwal pihak oposisi yang mendekat ke koalisi pemerintah. Menurutnya hampir semua partai oposisi mendekati kubu Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 20 Oktober 2019  |  14:44 WIB
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (tengah) melambaikan tangan sebelum memasuki ruang pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (1/10/2019).  - Antara
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (tengah) melambaikan tangan sebelum memasuki ruang pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (1/10/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh angkat bicara ihwal pihak oposisi yang mendekat ke koalisi pemerintah. Menurutnya hampir semua partai oposisi mendekati kubu Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Saya pikir hampir semua ya. Saya dengar, tapi belum pasti. Tapi ya beginilah, bagaimanapun kita harus menjaga sistem checks and balanceS," kata Paloh di Gedung MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Paloh menyatakan bahwa bila semua oposisi merapat ke pemerintahan hal itu justru mematikan demokrasi. Jika tidak ada oposisi, maka Indonesia sudah bukan lagi negara demokrasi.

"Kalau tidak ada lagi yang beroposisi, demokrasi berarti sudah selesai. Negara sudah berubah menjadi otoriter atau monarki ya kalau gak ada oposisi," katanya.

Selain itu, saat ini, koalisi partai pendukung Jokowi sendiri saat ini terbilang cukup gemuk. Hal itu, kata Paloh sudah diperhitungkan. Menurutnya terdapat plus dan minus dari jumlah partai koalisi yang gemuk.

"Otoritas ada di tangan presiden. Kan sistem kita presidensial. Tapi saya berharap semuanya mempunyai pendekatan dua aspek. Pertama, objektivitas dan rasional. Kedua, ada hati dan empati," kata Paloh.

Adapun, sejumlah partai oposisi diisukan merapat ke kubu Jokowi-Ma'ruf. Salah satunya adalah partai Gerindra. Sejak 2014, diketahui Gerindra lekat dengan cap partai oposisi.

Namun, saat ini sejumlah tokoh partai berlambang Garuda itu diisukan menjadi menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Mereka a.l. Edhy Prabowo, Fadli Zon, Sandiaga Uno, hingga Rahayu Saraswati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surya paloh Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin
Editor : Akhirul Anwar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top