Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mantan Aspidum Kejati DKI Segera Jalani Persidangan

Tim jaksa penuntut umum di KPK memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan sebelum kemudian dilimpahkan ke pengadilan.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 15 Oktober 2019  |  20:48 WIB
Kejati DKI - kejati dki.go.id
Kejati DKI - kejati dki.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Agus Winoto segera menjalani persidangan menyusul rampungnya proses penyidikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (15/10/2019).

Agus akan menjalani persidangan terkait dengan kasus dugaan suap terkait penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat tahun 2019, yang diawali kegiatan operasi tangkap tangan KPK, Jumat (28/6/2019) silam.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan bahwa hari ini penyidik telah melimpahkan berkas perkara, barang bukti dan tersangka Agus Winoto ke penuntutan tahap dua.

Dengan demikian, tim jaksa penuntut umum di KPK memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan sebelum kemudian dilimpahkan ke pengadilan.

"Rencana sidang akan dilakukan di Jakarta," kata Febri, Selasa.

Dalam prosea penyidikan Agus, KPK telah memeriksa 43 saksi dari unsur hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Barat, aparat penegak hukum, pengacara, dan wiraswasta.

Dalam perkara ini, selain Agus Winoto, KPK juga menetapkan dua tersangka lain yakni, Alfin Suherman seorang pengacara, dan Sendy Perico selaku swasta atau pihak yang berperkara di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat. 

Sendy dalam hal ini melaporkan pihak lain yang menipu dan melarikan uang investasinya senilai Rp11 miliar.

Sebelum pembacaan tuntutan, Sendy bersama pengacaranya Alvin Suherman menyiapkan uang untuk diserahkan kepada jaksa penuntut umum (JPU). Uang itu untuk memperberat tuntutan kepada pihak yang menipunya. 

Namun, dalam perjalanannya, Sendy dan pihak yang dituntut memutuskan berdamai saat proses persidangan berlangsung. Pihak yang dituntut pun meminta agar tuntutannya menjadi 1 tahun.

Dalam prosesnya, Alvin tahu bahwa rencana tuntutan adalah 2 tahun. Dia pun diminta menyiapkan uang Rp200 juta dan dokumen perdamaian jika ingin tuntutannya berkurang menjadi 1 tahun. 

Alvin kemudian menemui Yadi Herdianto selaku Kasubsi Penuntutan Kejati DKI Jakarta untuk menyerahkan uang diduga berisi Rp200 juta dan dokumen perdamaian. Uang itu selanjutnya diserahkan kepada Agus Winoto.

Agus Winoto kemudian disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, Sendy Perico dan Alvin disangkakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK Kejati DKI
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top