Polisi dan Pengunjuk Rasa Bentrok di Hong Kong

Pengunjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong dan polisi bentrok di sejumlah tempat di kota itu pada Minggu (13/10/2019) dengan polisi yang dalam keadaan siapa penuh mengejar para pemerotes di antara kerumunan orang yang sedang berbelanja pada saat makan siang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Oktober 2019  |  07:53 WIB
Polisi dan Pengunjuk Rasa Bentrok di Hong Kong
Para pemrotes anti-pemerintah memukul seorang pria saat demonstrasi di distrik Tseung Kwan O, di Hong Kong, Cina, 13 Oktober 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pengunjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong dan polisi bentrok di sejumlah tempat di kota itu pada Minggu (13/10/2019) dengan polisi yang dalam keadaan siapa penuh mengejar para pemerotes di antara kerumunan orang yang sedang berbelanja pada saat makan siang.

Beberapa aksi unjuk rasa di pusat perbelanjaan semula berjalan damai pada tengah hari dengan sejumlah orang meneriakkan slogan-slogan "Hong Kong Bebas", tetapi kemudian para pegiat yang berpakaian hitam merusak toko-toko dan stasiun-stasiun metro dan mendirikan penghalang di jalan-jalan sekitar kota itu.

Polisi menangkap sejumlah orang dan menggunakan gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa, dengan menyatakan mereka menggunakan "kekuatan minimum".

Gambar-gambar yang disiarkan televisi memperlihatkan orang-orang yang sedang berbelanja berteriak-teriak ketakutan dan beberapa luka-luka ketika polisi beraksi di sebuah mal. Para pemerotes remaja, banyak yang memakai masker wajah untuk melindungi identitas, sering didukung orang-orang yang berbelanja.

Di satu mal sekelompok polisi, yang dilengkapi pelindung dan senjata penyemprot merica, dipaksa mundur oleh orang-orang yang berbelanja hingga mereka keluar mal itu. Dalam insiden lain, sekelompok 50 orang yang berbelanja di sebuah mal menghadapi polisi anti huru-hara, dengan meneriakkan "mafia polisi Hong Kong".

Orang-orang yang berbelanja bersorak ketika polisi keluar. Polisi Hong Kong, yang pernah dikesankan sebagai terpuji di Asia, telah dituduh menggunakan kekuatan berlebihan dalam menangani aksi-aksi unjuk rasa dan orang-orang Hong Kong tak lagi menaruh hormat dan percaya kepada mereka.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hong kong, polisi

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top