Cerita Wapres JK Tak Pernah Pakai Naskah Pidato Buatan Staf Setwapres

Bukan itu saja, Wapres Kalla juga membeberkan bahwa dirinya tidak pernah menggunakan naskah pidato yang dibuatkan oleh staf Setwapres RI. Dia mengaku hanya meminta data atau materi pidato yang akan diucapkan di berbagai acara.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 13 Oktober 2019  |  21:56 WIB
Cerita Wapres JK Tak Pernah Pakai Naskah Pidato Buatan Staf Setwapres
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut Wakil Presiden Terpilih Ma'ruf Amin di Istana Wakil Presiden, Jumat (4/10/2019). JIBI/Bisnis - Anggara Pernando

Bisnis.com, JAKARTA--Minggu depan akan menjadi hari-hari terakhir Wakil Presiden RIJusuf Kalla menjalani aktivitasnya di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Pasalnya, JK akan memberikan tongkat estafet kepada Kiai Ma'ruf Amin yang akan dilantik pada 20 Oktober mendatang untuk mendampingi Presiden Joko Widodo pada periode 2019-2024.

Dihadapan ratusan staf, ajudan, dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), JK mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan hubungan hangat yang dijalin selama lima tahun terakhir.

Bukan itu saja, Wapres Kalla juga membeberkan bahwa dirinya tidak pernah menggunakan naskah pidato yang dibuatkan oleh staf Setwapres RI. Dia mengaku hanya meminta data atau materi pidato yang akan diucapkan di berbagai acara.

Menurutnya, hal itu sudah menjadi gaya berpidato sejak dulu. Banyak orang memang mengenal sosok JK sebagai pribadi yang ceplas-ceplos. JK bahkan acap kali melayangkan kritik kepada jajaran pemerintahan yang dipimpin oleh dirinya dan Joko Widodo.

"Minta maaf tadi, kalau pidato saya mau minta bahan saja, bukan pidatonya. Jadi saya itu pidato dulu baru ditulis. Jadi yang berat yang nulis setelah saya pidato, jadi notulis," tutur JK disambut gelak tawa hadirin di Trans Studio Cibubur, Minggu (13/10/2019).

Meski demikian, JK tetap mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf yang telah membantunya selama lima tahun belakangan. Termasuk untuk staf khusus, yaitu Sofyan Wanandi. JK memang merekrut Sofyan tak lama setelah resmi meninggalkan jabatan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) beberapa tahun lalu.

Selain Sofyan Wanandi, JK juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor Sekretariat Presiden Muhammad Oemar, Staf Khusus Bidang Ekonomi Wijayanto Samirin, Staf Khusus Azyumardi Azra, Juru Bicara Wapres RI Husein Abdullah, dan pemilik Trans Corp Chairul Tanjung.

Kebiasaan JK diamini oleh Kepala Kantor Sekretariat Wakil Presiden RI Mohammad Oemar.

"Para staf pasti paham kalau Pak JK itu selalu minta bahan [untuk pidato], tetapi tidak pernah dipakai," ucapnya disambut gelak tawa hadirin.

Meski demikian, Oemar merasa beruntung bisa bertugas dan bekerja menemani JK selama 5 tahun terakhir.

"Kami merasa kewajiban ini justru menjadi kesempatan emas untuk menimba pengetahuan dan pengalaman. Sosok JK bukan hanya memiliki ketokohan yang melegenda di Indonesia, tetapi di dunia," tuturnya.

Dia memaparkan kiprah JK menjadi Wapres RI selama dua periode, yaitu 2004-2009 dan 2014-2019 bukan lah hal yang sering terjadi. Menurutnya, JK sering kali meluncurkan inisiatif yang orisinil selama menjabat sebagai Wapres RI.

Sumbangan pemikiran JK, lanjutnya, berlaku untuk semua bidang, misalnya ekonomi, sosial, pendidikan, keumatan, hingga diplomasi internasional.

"Pak JK ini bukan profesor akademik. Namun, pengalaman kami sehari-hari justru ide beliau membuat Phd [profesor] mengangguk-angguk dan angkat jempol," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jusuf kalla

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top