PM Ethiopia Abiy Ahmed Sabet Hadiah Nobel Perdamaian 2019

Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian 2019 atas upayanya mencapai perdamaian dengan Eritrea.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 11 Oktober 2019  |  17:54 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian 2019 atas upayanya mencapai perdamaian dengan Eritrea.

Ethiopia dan Eritrea merupakan musuh lama yang berperang di perbatasan dari 1998 hingga 2000. Setelah bertahun-tahun bermusuhan, kedua negara akhirnya memulihkan hubungan pada Juli 2018.

"Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed Ali telah dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini atas upayanya untuk mencapai perdamaian dan kerja sama internasional, dan khususnya untuk inisiatif yang menentukan dalam menyelesaikan konflik perbatasan dengan negara tetangga Eritrea," demikian pernyataan Komite Nobel, dikutip dari Reuters, Jumat (11/10/2019).

Simak suasana pengumuman Nobel Perdamaian dari akun Youtube resmi Nobel Prize di atas.

Komite menambahkan bahwa hadiah itu juga dimaksudkan untuk mengapresiasi usaha semua pemangku kepentingan yang bekerja untuk perdamaian dan rekonsiliasi di Ethiopia serta di wilayah Afrika Timur dan Timur Laut.

Adapun Hadiah Nobel Perdamaian senilai sekitar US$900.000 itu akan diberikan pada hari peringatan kematian pendiri penghargaan Nobel, Alfred Nobel, di Oslo pada 10 Desember mendatang.

"Kemenangan dan pengakuan ini adalah kemenangan kolektif bagi semua orang Ethiopia,dan seruan untuk memperkuat tekad kami dalam menjadikan Ethiopia - cakrawala harapan baru, negara yang makmur bagi semua orang," bunyi pernyataan resmi kantor perdana menteri Abiy.

"Kami bangga sebagai bangsa," ujar Abiy dalam pernyataan tersebut.

Abiy Ahmed yang berusia 43 tahun merupakan kepala pemerintahan termuda di Afrika.

Sejak menjabat pada April 2018, Abiy telah mengumumkan serangkaian reformasi yang menjanjikan perubahan secara mendasar di negara dengan 100 juta orang penduduk itu.

Dari liberalisasi parsial ekonomi yang dikendalikan oleh negara, hingga merombak pasukan keamanan yang telah membantu koalisi yang berkuasa mempertahankan cengkeraman yang kuat pada kekuasaan sejak 1991, janji-janji itu telah meningkatkan harapan di dalam negeri dan luar negeri.

Prestasi penting Abiy sampai saat ini adalah mengamankan perdamaian dengan negara tetangganya, Eritrea.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hadiah nobel

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top