Hujan Paling Dahsyat dalam 60 Tahun Terakhir Mengancam Tokyo

ANA Holdings juga turut membatalkan semua penerbangan domestik dari dan menuju Tokyo di dua bandara utama sejak Jumat malam.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Oktober 2019  |  13:30 WIB
Hujan Paling Dahsyat dalam 60 Tahun Terakhir Mengancam Tokyo
Ilustrasi: Badai Jebi menghantam Kota Nishinomiya, Selasa (4/9/2018). - Reuters

Bisnis.com, TOKYO — Badai kencang mendekati Jepang pada Jumat (11/10/2019), berisiko melumpuhkan Ibu Kota Tokyo dengan hujan paling dahsyat dalam 60 tahun terakhir.

Bencana itu juga menunda Grand Prix Formula Satu dan Piala Dunia rugby serta memunculkan kekhawatiran kondisi transportasi semrawut.

Badai Hagibis, yang berarti "cepat" dalam bahasa Tagalog, Filipina, akan mendarat di Pulau Honshu pada Sabtu (12/10/2019), sebulan setelah badai terkuat mengguncang Jepang dalam beberapa tahun terakhir dan menghancurkan 30.000 rumah dan menyebabkan aliran listrik padam.

"Badai mampu mencapai rekor curah hujan dan angin," kata pejabat di Badan Meteorologi Jepang (JMA) saat konferensi pers seperti dikutip dari Reuters.

Badai tersebut dapat menjadi badai paling dahsyat yang menghantam Tokyo sejak 1958 dan masyarakat juga harus bersiap menghadapi gelombang tinggi dan badai.

Pejabat di Prefektur Chiba, sebelah timur Tokyo, wilayah yang paling parah terkena badai Faxai September lalu, memberitahukan kepada masyarakat agar mempersiapkan pasokan makanan dan air untuk tiga hari ke depan.

Panitia Grand Prix Formula Satu Jepang membatalkan semua sesi latihan dan kualifikasi yang dijadwalkan pada Sabtu. Babak kualifikasi bakal digelar pada Minggu, sebelum balapan final berlangsung seperti yang direncanakan.

Kedatangan badai juga memaksa pembatalan dua turnamen Piala Dunia rugby pada Sabtu. Sementara itu, pertandingan Minggu antara tuan rumah Jepang dan Skotlandia diragukan bisa berlangsung.

Airline ANA Holdings juga turut membatalkan semua penerbangan domestik dari dan menuju Tokyo di dua bandara utama sejak Jumat malam.

Layanan kereta, termasuk Shinkansen, tampaknya juga akan berhenti beroperasi selama akhir pekan, menurut keterangan operator.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jepang, bencana alam, badai

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top