Menlu Retno : Milenial Bakal Perkuat Kemitraan RI-Korsel

Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi menerima kunjungan 26 pemuda terkemuka Indonesia dan Korea Selatan dalam rangka pembukaan Pertemuan Pertama RI-RoK Young Leaders Dialogue, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  20:32 WIB
Menlu Retno : Milenial Bakal Perkuat Kemitraan RI-Korsel
Menlu Retno Marsudi - Dok. Kemenlu
Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi menerima kunjungan 26 pemuda terkemuka Indonesia dan Korea Selatan dalam rangka pembukaan Pertemuan Pertama RI-RoK Young Leaders’ Dialogue, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI.
 
"Kaum muda dan milenial akan memainkan peran penting guna semakin memperkuat dan mengisi kemitraan spesial RI-Republik Korea," kata Retno dalam pertemuan itu, sebagaimana dikutip dalam siaran pers, Kamis (10/10/2019).
 
Menurut dia, peran itu setidaknya memiliki tiga bentuk, yakni peran menjadi agen perdamaian dengan menyebarkan pesan-pesan positif, peran sebagai agen kemajuan ekonomi dan pembangunan dengan membantu pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), dan agen inovasi melalui upaya mendorong kemajuan teknologi dan ekonomi digital.
 
Kementerian Luar Negeri menjadi tuan rumah pelaksanaan 1st RI-RoK Young Leaders Dialogue yang berlangsung dua hari, yakni 10-11 Oktober 2019 di Jakarta. Tema utama yang diusung adalah RI-RoK Special Strategic Partnership: Harnessing the Potentials of the Young Leaders.
 
Ide kegiatan pertama kali tercetus saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Seoul pada 2018 dan ditegaskan kembali oleh Menlu kedua negara dalam kesempatan Joint Commission Meeting ke-3 RI-RoK, April 2019.
 
Penyelenggaraan Young Leaders' Dialogue (YLD) ditujukan untuk meningkatkan saling pemahaman antarmasyarakat Indonesia dan Korea, terutama di antara kalangan generasi muda. 
 
Peserta YLD berasal dari beragam latar belakang profesi, seperti pemerintah, media, pendidikan, bisnis, ekonomi kreatif, dan pekerjaan sosial. Para peserta diharapkan dapat berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan persepsi, membangun jejaring dan menghasilkan rekomendasi konstruktif guna perkokoh kerja sama kedua negara.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hubungan bilateral, indonesia-korsel

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top