Bank Dunia : Konflik Perdagangan Hambat Pertumbuhan Mata Rantai Produk Global

Pertumbuhan rantai produk global adalah kunci utama yang mendorong perdagangan dan mengurangi kemiskinan, khususnya di pasar negara berkembang.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  11:18 WIB
Bank Dunia : Konflik Perdagangan Hambat Pertumbuhan Mata Rantai Produk Global
Peserta berdiri di dekat logo Bank Dunia dalam rangkaian Pertemuan IMF World Bank Group 2018, di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018). - Reuters/Johannes P. Christo

Bisnis.com, JAKARTA -- Laporan terbaru yang dirilis oleh World Bank menggarisbawahi hambatan pertumbuhan mata rantai produk global (global value chain) selama beberapa dekade terakhir di bawah ancaman konflik perdagangan serta kemunculan teknologi baru.

Pertumbuhan rantai produk global adalah kunci utama yang mendorong perdagangan dan mengurangi kemiskinan, khususnya di pasar negara berkembang.

Menurut World Bank, rantai produk global yang merupakan proses produksi barang di berbagai negara, tumbuh pesat pada 1990 hingga 2007 karena berkurangnya hambatan perdagangan dan meningkatnya teknologi informasi sesrta jaringan transportasi yang mendukung bagi produsen.

Namun tren ini telah berbalik dalam beberapa tahun terakhir, sebagian disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dan sektor manufaktur yang jenuh di kawasan dinamis seperti China.

"Konflik perdagangan di antara ekonomi besar telah berkontribusi terhadap penurunan tersebut dan dapat menyebabkan pemangkasan atau segmentasi rantai nilai global," tulis laporan tersebut, seperti dikutip melalui Reuters, Rabu (9/10/2019).

Laporan ini secara khusus mengutip disrupsi yang ditimbulkan oleh perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.

Menurut laporan tersebut, jika perang dagang memburuk dan menyebabkan pelemahan kepercayaan diri investor, dampak pada pertumbuhan global dan kemiskinan akan sangat signifikan.

Di mana lebih dari 30 juta orang akan terperosok ke dalam kemiskinan dan pendapatan global dapat berkurang sekitar US$1,4 triliun.

Tolak ukur tingkat kemiskinan World Bank dilihat dari pendapatan harian di bawah US$5,50.

Peningkatan sikap proteksionisme beberapa negara, menurut peminjam multilateral tersebut, kemungkinan akan menyebabkan pergeseran atau perpindahan rantai produk global ke lokasi baru kecuali kepastian kebijakan dagang dapat dipulihkan.

"Ketidakpastian tersebut telah menunda beberapa rencana investasi yang sudah disiapkan oleh perusahaan," ujar World Bank.

World Bank juga mengungkapkan bahwa stagnansi pada pertumbuhan rantai produk global adalah berita buruk bagi negara berkembang termasuk China, Vietnam dan Bangladesh, yang produktivitas dan pendapatannya integral dengan rantai produk global.

Laporan ini menyusul peringatan dari Direktur Pelaksana International Monetary Fund yang baru, Kristalina Georgieva, bahwa konflik perdagangan menyebabkan perlambatan tersinkronisasi dalam ekonomi global yang secara substansial akan memburuk kecuali dapat segera diatasi.

Selain konflik perdagangan, World Bank menyebutkan ancaman serius lain terhadap rantai produk global termasuk kemunculan teknologi baru seperti mesin cetak 3D yang dapat mendekatkan proses produksi dengan konsumen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top