AS Blacklist 8 Perusahaan China atas Tuduhan Pelanggaran HAM

Kedelapan perusahaan tersebut termasuk produsen kamera pengawas Hangzhou Hikvision Digital Technology Co. dan Zhejiang Dahua Technology Co., yang menurut beberapa catatan diketahui mengendalikan sepertiga pasar global untuk kamera pengintai dan memiliki kamera di seluruh dunia.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 08 Oktober 2019  |  11:07 WIB
AS Blacklist 8 Perusahaan China atas Tuduhan Pelanggaran HAM
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menghadiri pertemuan bilateral kedua negara di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). - Reuters/Kevin Lamarque

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintahan Trump mendaftarhitamkan (blacklist) delapan raksasa teknologi China atas tuduhan keterlibatan dalam pelanggaran hak asasi manusia terhadap minoritas Muslim di wilayah Xinjiang.

Kedelapan perusahaan tersebut termasuk produsen kamera pengawas Hangzhou Hikvision Digital Technology Co. dan Zhejiang Dahua Technology Co., yang menurut beberapa catatan diketahui mengendalikan sepertiga pasar global untuk kamera pengintai dan memiliki kamera di seluruh dunia.

Dalam daftar ini juga tercantum perusahaan rintisan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) SenseTime Group Ltd. dan AI giant Megvii Technology Ltd., yang akan menggalang dana sekitar US$1 miliar dalam penawaran umum perdana di Hong Kong.

Kedua perusahaan yang didukung oleh raksasa e-commerce China, Alibaba Group Holding Ltd. tersebut, berada di garis depan ambisi China untuk mendominasi pasar AS selama beberapa tahun ke depan.

Pengumuman ini disampaikan bertepatan dengan dimulainya persiapan perundingan dagang antara AS dan China di Washington selama 2 hari, 10-11 Oktober.

Departemen Perdagangan AS mengatakan dalam pemberitahuan federal yang diterbitkan Senin (7/10/2019), entitas dalam daftar hitam dilarang melakukan bisnis dengan perusahaan Amerika tanpa lisensi pemerintah AS, meskipun ada beberapa dari mereka menggunakan jalan pintas dengan memanfaatkan anak usaha internasional.

Hikvision dan Dahua diskors dari perdagangan Selasa (8/10/2019), tidak termasuk iFlytek Co., yang mengalami penurunan sebanyak 3,1% di Shenzhen.

"Secara khusus, entitas ini telah terlibat dalam pelanggaran HAM dan pelanggaran dalam pelaksanaan kampanye penindasan China, penahanan massal sewenang-wenang, dan pengawasan berteknologi tinggi terhadap warga Uighur, Kazakh, serta anggota kelompok minoritas Muslim lainnya di Xinjiang," tulis pengumuman tersebut seperti dikutip melalui Bloomberg, Selasa (8/10/2019).

Kebijakan yang pertama kali dikabarkan oleh Reuters ini membawa perundingan dagang AS-China ke arah yang baru, di mana AS untuk pertama kali mengutip alasan HAM sebagai dasar tindakannya.

Sebelumnya, perusahaan teknologi China Huawei Technologies Co., masuk ke daftar hitam AS atas dasar keamanan nasional.

Sementara itu, perang tarif AS-China turut membahas isu seperti pencurian kekayaan intelektual dan kontrol teknologi serta kebijakan industri China yang lebih luas.

Perwakilan dari Hikivision menyampaikan bahwa perusahaan menentang kebijakan Washington dan mengatakan hal ini akan menghambat upaya perusahaan global untuk meningkatkan HAM di seluruh dunia.

"Dengan menghukum Hikivision, terlepas dari keterlibatan kami, akan menghalangi perusahaan global untuk berkomunikasi dengan pemerintah AS, merugikan mitra bisnis di AS dan berdampak negatif terhadap ekonomi AS," tulis pernyataan perusahaan.

Pada saat yang sama, Presiden AS Donald Trump juga mendapat tekanan yang semakin besar dari dalam negeri untuk mendukung aksi protes pro-demokrasi di Hong Kong.

Trump mengatakan bahwa dia berharap ada solusi yang manusiawi mengingat aksi protes di kota tersebut semakin kental dengan kekerasan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top