PHK di HSBC Fokus pada Karyawan Bergaji Tinggi

CEO HSBC Noel Quinn mengatakan upaya ini dilakukan guna memangkas biaya di seluruh kelompok perbankan, seperti dikutip Financial Times pada Minggu (6/10). Dalam tulisan tersebut, dikatakan pula bahwa PHK akan fokus dilakukan pada karyawan bergaji tinggi.
Geofanni Nerissa Arviana
Geofanni Nerissa Arviana - Bisnis.com 08 Oktober 2019  |  00:24 WIB
PHK di HSBC Fokus pada Karyawan Bergaji Tinggi
Kantor pusat HSBC. - hsbc.com

Bisnis.com, JAKARTA – HSBC Holdings Plc berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 10.000 karyawannya, yang berarti lebih dari 4% tenaga kerjanya.

CEO HSBC Noel Quinn mengatakan upaya ini dilakukan guna memangkas biaya di seluruh kelompok perbankan, seperti dikutip Financial Times pada Minggu (6/10). Dalam tulisan tersebut, dikatakan pula bahwa PHK akan fokus dilakukan pada karyawan bergaji tinggi.

HSBC mengatakan, akan ada 4.000 orang yang dirumahkan tahun ini. Sisanya akan dilakukan bertahap pada waktu selanjutnya. Pengumuman mengenai rencana PHK ini akan disampaikan saat melaporkan hasil keuangan perusahaan kuartal ketiga akhir bulan ini, kutip Reuters.

Mantan CEO Grup HSBC Stuart Gulliver juga sempat mengumumkan rencana pemangkasan 30.000 karyawan ketika ia memulai jabatannya tersebut 2011 lalu. Ia mencanangkan program untuk mengurangi pengeluaran sebesar US$3,5 miliar selama lebih dari tiga tahun. Ia juga bertekad untuk meningkatkan pengembalian modal bank menjadi 12-15 persen.

Langkah ini diambil akibat prospek bisnis HSBC yang terus menurun lantaran perang dagang Amerika Serikat – China, siklus kebijakan moneter yang mereda, dan keresahan di pasar utama Hong Kong dan Brexit.

Quinn menjadi CEO menggantikan John Flint pada Agustus silam. Flint keluar dari jabatannya karena adanya selisih pendapat dengan Chairman HSBC Mark Tucker. Salah satunya mengenai pemangkasan biaya perusahaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hsbc

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top