Ingat! Jika TNI dan Polri Berbenturan, Presiden Akan Kehilangan Dua Tangan

Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawiratan Gatot Nurmantyo memberi pesan yang patut diingat olah anggota TNI dan Polri terkait peringatan Hari TNI pada 5 Oktober 2019. Pernyataan Gatot Nurmantyo tersebut layak menjadi pesan terkuat pekan ini.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 06 Oktober 2019  |  08:29 WIB
Ingat! Jika TNI dan Polri Berbenturan, Presiden Akan Kehilangan Dua Tangan
Gatot Nurmantyo saat masih menjabat Panglima TNI - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA -Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawiratan Gatot Nurmantyo memberi pesan yang patut selalu diingat olah anggota TNI dan Polri.

Pesan itu disampaikan Gatot Nurmantyo terkait peringatan Hari TNI pada 5 Oktober 2019 kemarin. Gatot berpesan agar Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian RI jangan mau saling dibenturkan. Pernyataan Gatot Nurmantyo tersebut layak menjadi pesan terkuat pekan ini.

"Jadi, Polri adalah tangan kanan Presiden dalam kondisi tertib sipil dan TNI tangan kirinya Presiden," kata Gatot, usai peringatan HUT Ke-74 TNI di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (5/10/2019).

Namun, kata Gatot, kondisinya akan berbalik jika dalam keadaan darurat, yakni TNI menjadi tangan kanan dan Polri sebagai tangan kiri Presiden.

Artinya, kata dia, keduanya, baik TNI maupun Polri memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Maka jangan mau dibenturkan, karena kalau dibenturkan Presiden akan kehilangan dua tangannya," kata Gatot, menganalogikan.

Introspeksi dan Evakluasi Diri

Gatot juga mengajak seluruh prajurit mau melakukan introspeksi dan evaluasi seiring momentum HUT ke-74 Tentara Nasional Indonesia.

"Saya berharap, dengan momentum ulang tahun TNI, ini momentum yang baik, saya mengajak semua prajurit untuk melakukan introspeksi dan evaluasi," kata Gatot.

Pertama, introspeksi dan evaluasi atas setiap ucapan, sikap, dan tindakan sebagai prajurit dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sejalan dengan sumpah prajurit Sapta Marga dan laporan wajib TNI.

Kedua, sebagai prajurit selama ini apakah setiap kegiatan yang dilakukan sudah berorientasi pada kemaslahatan bangsa dan rakyat Indonesia.

"Karena, ini sesuai dengan tema HUT TNI, profesionalisme. Tanpa dua langkah itu maka tidak ada apa-apanya," kata Gatot.

Gatot juga berpesan kepada seluruh prajurit untuk tetap berbuat yang terbaik, berani, tulus, dan ikhlas menjaga kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa.

"Apabila pimpinanmu tidak memujimu, teruslah kamu bekerja keras dengan motivasi tinggi. Berbuat baiklah untuk bangsa, pasti rakyat akan melihat kamu sebagai profesional dan bangga," kata Gatot.

Peringatan HUT Ke-74 TNI berlangsung meriah, dengan berbagai atraksi, defile pasukan, dan konvoi alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki TNI.

 Selain Gatot, hadir sejumlah purnawirawan TNI, seperti Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar yang kini menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden, dan Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono.

Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden M Jusuf Kalla, beserta sejumlah pejabat, baik legislatif maupun eksekutif hadir dalam kesempatan itu.

Mereka yang hadir di antaranya Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti, dan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, serta wapres terpilih KH Ma'ruf Amin.

Hadir juga Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Ke-6 Try Sutrisno, Wapres Ke-9 Hamzah Haz, dan Wapres Ke-11 Boediono.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gatot Nurmantyo

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top