Wisatawan China ke Hong Kong Diprediksi Turun 86% selama Golden Week

Pekan pertama bulan Oktober yang bertepatan dengan libur panjang di China menjadi periode yang paling sibuk untuk pariwisata dan industri ritel Hong Kong.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 27 September 2019  |  16:00 WIB
Wisatawan China ke Hong Kong Diprediksi Turun 86% selama Golden Week
Bandara Hong Kong - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Pekan pertama bulan Oktober yang bertepatan dengan libur panjang di China menjadi periode yang paling sibuk untuk pariwisata dan industri ritel Hong Kong.

Menjelang liburan Golden Week tahun ini, sejumlah pemandu wisata, pemilik hotel dan toko dihadapi dengan menurunnya jumlah pemesanan pesawat dan kamar hotel.

Bahkan jumlah pengunjung di taman bermain berkurang drastis setelah protes anti-China, yang telah berlangsung selama 17 pekan, menakuti para wisatawan.

Dewan Industri Perjalanan Hong Kong memperkirakan, tur dari China selama Golden Week diperkirakan turun 86% jika dibandingkan dengan tahun lalu.

"Harga penerbangan dari Shanghai ke Hong Kong 38% lebih murah daripada tarif tahun lalu dan hanya 30% kamar hotel dipesan selama periode liburan berlangsung," seperti dikutip melalui Bloomberg, Jumat (27/9).

Ketakutan mereka sebagian besar dipicu oleh aksi protes yang masif dan kadang berakhir anarkis. 1,5 juta wisatawan China yang memadati Hong Kong pada Golden Week tahun lalu kini menjauh dari kota tersebut.

Ini juga merupakan tanda yang mengkhawatirkan bagi penjual barang konsumen dan mewah  yang mengandalkan Hong Kong sebagai tujuan utama destinasi belanja masyarakat dari daratan China.

Kali ini ada hanya sekitar 30% kamar hotel dipesan sepekan sebelum dimulainya Golden Week, dibandingkan dengan 70% pada liburan sebelumnya, kata Yiu Si-wing, seorang anggota parlemen Hong Kong yang mewakili industri pariwisata.

Dia memperkirakan kedatangan wisatawan akan turun sebesar 40% untuk Golden Week tahun ini jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sepinya Golden Week kali ini juga membebani maskapai.

Bahkan dengan maskapai seperti Cathay Pacific Airways Ltd., yang telah mengurangi dan mengarahkan kembali penerbangan setelah pengunjuk rasa mengganggu operasi bandara bulan lalu, harga dan pemesanan turun dibandingkan dengan Golden Week tahun lalu.

Menurut angka dari portal perjalanan China Qunar.com, harga penerbangan dari Shanghai ke Hong Kong telah turun hampir 38% untuk Golden Week tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara jumlah pemesanan telah merosot hampir 22% .

Untuk penerbangan dari Beijing, harga tidak berubah, tetapi pemesanan telah merosot 46%.

"Tidak ada satu pun pemesana perjalanan ke Hong Kong dalam dua bulan terakhir. Ini adalah pukulan besar bagi perusahaan yang sangat bergantung pada tur Hong Kong," kata Mingxin Li, manajer Shunyuan Holidays, agen perjalanan di Beijing.

Dibalik sepinya Hong Kong, destinasi wisata seperti Macau dan Thailand kebanjiran pengunjung.

Jika protes berlanjut, pemerintah Makau akan memulai pemasaran untuk menarik pengunjung dari China, Eropa dan AS ke pusat kasino terbesar dunia tersebut.

Negara-negara lain seperti Thailand juga diuntungkan oleh turis daratan China yang menghindari Hong Kong. Jumlah wisatawan China yang berkunjung ke Thailand mencapai 1 juta pada Agustus untuk pertama kalinya dalam enam bulan terakhir, mencerahkan prospek ekonomi Thailand yang redup.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hong kong, wisatawan china

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top