Kota Paling Layak Huni: Wina Jawara Tahun Kedua, Hong Kong Terancam

Bukan New York, bukan pula London yang dinilai pantas disebut sebagai kota paling layak huni. Daftar 10 kota paling layak huni tahun ini justru sebagian ditempati oleh kota-kota 'kedua'.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 04 September 2019  |  10:03 WIB
Kota Paling Layak Huni: Wina Jawara Tahun Kedua, Hong Kong Terancam
Cafe Central di Kota Wina Austria. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Bukan New York, bukan pula London yang dinilai pantas disebut sebagai kota paling layak huni. Daftar 10 kota paling layak huni tahun ini justru sebagian ditempati oleh kota-kota 'kedua'.

Untuk tahun kedua berturut-turut, ibu kota Austria, Wina, menduduki puncak peringkat kota paling layak huni yang dirilis Economist Intelligence Unit (EIU).

Prestasi yang dicapai Wina sekaligus menegaskan bahwa kehidupan di kota tersebut lebih baik ketimbang hidup di kota Melbourne, yang menempati posisi kedua untuk tahun kedua.

Australia dan Kanada mendominasi daftar 10 besar, masing-masing dengan tiga kotanya. Melbourne, Sydney, dan Adelaide dinilai menawarkan kualitas hidup terbaik di belahan selatan bumi, sedangkan Calgary, Vancouver, dan Toronto menjadi pilihan layak huni lokasi teratas Amerika Utara. Toronto menempati peringkat ke-7 bersama dengan Tokyo.

“Secara keseluruhan, indeks kami tetap didominasi oleh kota-kota berukuran sedang di negara-negara kaya,” menurut laporan itu, seperti dilansir dari Bloomberg (Rabu, 4/9/2019).

Pemeringkatan itu dibuat mengacu pada pendidikan berkualitas tinggi, kesehatan masyarakat yang didanai dengan baik, dan sistem transportasi fungsional. Kota-kota tersebut memiliki populasi yang jumlahnya antara 300.000 hingga 1 juta orang.

“Manfaat dari kota-kota ini cenderung sepenuhnya terwujud. Anda mendapatkan koleksi kegiatan budaya yang baik, juga akses yang baik ke layanan kesehatan dan pendidikan,” terang Direktur Regional EIU untuk Asia, Duncan Innes-Ker.

“Di sisi lain, Anda tidak mendapatkan banyak kerugian yang cenderung datang dengan kota-kota besar, hal-hal seperti kemacetan lalu lintas, masalah kejahatan, dan keausan umum,” lanjutnya.

Sementara itu, kota besar seperti London dan New York hanya menempati posisi 48 dan 58 masing-masing. Nasib lebih baik dialami Hong Kong yang bercokol di urutan 38 dan Singapura di peringkat 40.

Untuk saat ini, pemeringkatan untuk Hong Kong belum dipengaruhi kerusuhan politik yang terjadi di kota tersebut dalam beberapa bulan terakhir. Namun pergolakan ini kemungkinan akan berdampak pada tahun depan.

"Saya pikir mungkin aman untuk mengatakan bahwa peringkat Hong Kong akan sangat menderita,” tambah Innes-Ker.

Dalam mengevaluasi kondisi kehidupan di masing-masing kota, indeks memeriksakan kualitas layanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, stabilitas, dan budaya. Setiap kota dinilai berdasarkan lebih dari 30 faktor, yang kemudian dikompilasi menjadi skor tertimbang antara 1 dan 100.

Dengan skor 99,1, kondisi hidup di Wina tahun ini tampak hampir sempurna. Adapun skor di antara 20 kota teratas bervariasi sebesar kurang dari lima poin. Di Amerika Serikat (AS), Honolulu dinilai sebagai kota dengan kinerja terbaik.

Pada dasarnya, laporan itu menunjukkan peningkatan kualitas hidup, berkat penguatan stabilitas serta sistem pendidikan dan kesehatan yang lebih baik, terutama di pasar negara berkembang (emerging markets).

Namun, perubahan iklim memberi risiko. Peringkat kota-kota seperti New Delhi dan Kairo telah menurun sebagai akibat dari memburuknya polusi.

Adapun posisi terbawah daftar diduduki Dhaka, Lagos, dan Damaskus. Ibu kota Suriah yang dilanda perang ini mempertahankan posisi terakhir selama tujuh tahun terakhir.

Berikut daftar 10 kota paling layak untuk ditinggali di seluruh dunia:

10 Kota Paling Layak Huni 2019

Peringkat

Kota

Negara

1

Wina

Austria

2

Melbourne

Australia

3

Sydney

Australia

4

Osaka

Jepang

5

Calgary

Kanada

6

Vancouver

Kanada

7

Tokyo

Jepang

7

Toronto

Kanada

9

Kopenhagen

Denmark

10

Adelaide

Australia

Sumber: EIU

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kota, austria

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top