Dipuji Dunia, Aktivis Remaja Greta Thunberg Malah Dikritik Kakek Terkaya di Prancis

Nama Greta Thunberg seketika menjadi puja-puji dunia setelah lantang berpidato di Pertemuan Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Perubahan Iklim. Tapi ternyata tidak semua orang melihatnya sedemikian rupa.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 September 2019  |  13:08 WIB
Dipuji Dunia, Aktivis Remaja Greta Thunberg Malah Dikritik Kakek Terkaya di Prancis
Greta Thunberg : Dikritik kakek terkaya di Prancis - Twitter

Bisnis.com, JAKARTA – Nama Greta Thunberg seketika menjadi puja-puji dunia setelah lantang berpidato di Pertemuan Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa, PBB, tentang Perubahan Iklim awal pekan ini.

Pidatonya di depan para pemimpin dunia yang hadir dalam UN Climate Summit dipandang sebagai salah satu momen akbar untuk mengumandangkan keprihatinan terhadap perubahan iklim.

Tapi ternyata tidak semua orang melihatnya demikian. Bos produsen barang mewah ternama LVMH, Bernard Arnault, menyampaikan kritik pedas terhadap gadis 16 tahun itu.

“Dia adalah gadis muda yang dinamis, tetapi dia sepenuhnya menyerah kepada katastrofisme. Saya melihat pandangannya melemahkan semangat kaum muda,” ujar pria terkaya di Prancis ini pada Rabu (25/9/2019), seperti dilansir dari Bloomberg.

Komentar Arnault disampaikan dua hari setelah Thunberg mengecam kurangnya tindakan para pemimpin dunia untuk melawan pemanasan global. Melalui pidatonya, Thunberg berulang kali terdengar mengatakan “how dare you”.

“Kita berada di awal kepunahan massal dan yang dapat Anda bicarakan hanyalah uang dan dongeng tentang pertumbuhan ekonomi yang tiada akhir,” tegas Thunberg.

Sementara itu, Arnault menunjukkan bahwa dalam beberapa dekade terakhir pertumbuhan ekonomi justru telah mengangkat banyak orang dari kemiskinan dan meningkatkan kesehatan di seluruh dunia.

“Jika kita tidak ingin mundur, kita masih membutuhkan pertumbuhan,” tukas Arnault.

Ketimbang cara Thunberg, miliarder berusia 70 tahun itu mengatakan lebih menyukai tindakan para wirausahawan generasi terbaru untuk mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam rencana-rencana bisnis mereka.

Pada kesempatan yang sama, Arnault mengungkapkan upaya-upaya yang dilancarkan perusahaannya untuk mengurangi dampak lingkungan dan menerapkan kontrol yang lebih ketat pada pemasoknya.

Dalam sebuah pernyataan, perusahaan mengklaim telah berada di jalur yang tepat untuk mencapai target mengurangi emisi karbon dalam operasinya sendiri sebesar 25 persen pada 2020 dibandingkan dengan tahun 2013.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perubahan iklim

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top