Rusuh Wamena : Dokter Soeko Marsetiyo Akhirnya Meninggal, Jumlah Korban Meninggal Jadi 30 Orang

Salah satu korban tersebut adalah dokter Soeko Marsetiyo, 53, yang sehari-hari bertugas di Kabupaten Tolikara. Dokter Soeko yang menjadi korban demo anarkis di Wamena, Papua, Senin (23/9) akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUD Wamena.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 September 2019  |  20:10 WIB
Rusuh Wamena : Dokter Soeko Marsetiyo Akhirnya Meninggal, Jumlah Korban Meninggal Jadi 30 Orang
Warga mengungsi di Mapolres Jayawijaya saat terjadi aksi unjuk rasa yang berakhir rusuh di Wamena, Jayawijaya, Papua, Senin (23/9/2019). - ANTARA/Marius Wonyewun

Bisnis.com, JAYAPURA - Jumlah korban meninggal dunia akibat kerusuhan di Wamena, Papua, bertambah menjadi 30 orang.

Salah satu korban tersebut adalah dokter Soeko Marsetiyo, 53, yang sehari-hari bertugas di Kabupaten Tolikara. Dokter Soeko yang menjadi korban demo anarkis di Wamena, Papua, Senin (23/9) akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUD Wamena.

Korban yang mengalami luka-luka akibat benda tajam itu sempat dirawat, namun nyawanya tidak tertolong. Sekretaris Dinas Kesehatan Papua dr.Silvanus Sumule kepada Antara, Rabu (25/9/2019) malam mengakui  dr. Soeko yang selama 15 tahun bertugas di pedalaman Kabupaten Tolikara ditemukan Senin (23/9) sesaat setelah demo terjadi.

Dari laporan yang diterima terungkap korban mengalami luka-luka cukup serius dan sempat dirawat di UGD RSUD Wamena.

Jenazah dr. Soeko dijadwalkan Kamis (26/9) dievakuasi ke Jayapura dan akan langsung dibawa ke RS Bhayangkara.

Belum dipastikan kapan jenazah dievakuasi ke kampung halamannya karena masih akan menghubungi keluarganya, jelas dr. Sumule.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal secara terpisah mengakui, demo anarkis di Wamena yang terjadi Senin (23/9) menyebabkan ratusan bangunan rusak dan dibakar, baik milik pemerintah maupun swasta dan warga sipil.

Sebagian besar korban yang meninggal tidak sempat menyelamatkan diri saat rumah atau ruko mereka dibakar pendemo. Selain korban meninggal dunia, puluhan orang mengalami luka-luka.

Para korban yang mengalami luka-luka dievakuasi ke Jayapura untuk mendapat perawatan, tambah Kombes Kamal.

Pelaku Dipaksa Kelompok Tertentu

Mewakili pemerintah, Gubernur Papua Lukas Enembe di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu, menyampaikan turut berduka cita.

"Data terakhir ada 30 jenazah dan sebagian besar sudah dikirim ke Jayapura," kata Lukas.

Lukas mengatakan aksi anarkis itu terjadi tiba-tiba tanpa diketahui pemerintah.

Ia mengatakan siswa-siswa pelaku anarkis dipaksa oleh kelompok tertentu.

"Kejadian tiba-tiba dan memaksa siswa-siswa, oleh kelompok yang kami tidak tahu dari mana tetapi mereka memaksa anak-anak sekolah yang masih ulangan untuk melakukan aksi kriminal," kata Lukas.

Lukas mengatakan kelompok provokator membakar beberapa siswa yang menolak untuk bergabung dan melakukan aksi kriminal.

Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda Swadaya mengatakan tidak ada mayat pada penyisiran hari ke tiga.

Kapolres mengatakan ada beberapa orang yang diamankan untuk mendalami aksi kriminal kemarin.

"Sementara kita pendalaman jadi saya belum publikasi. Nanti setelah jelas arahnya, siapa aktornya baru kita publikasi. Yang diamankan sementara 7 orang," kata Tonny.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua, wamena

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top